Telkom University Purwokerto Dorong Diversifikasi Olahan Jagung di Desa Karanggintung melalui Susu dan Es Krim Jagung

Purwokerto – Potensi jagung sebagai salah satu komoditas pertanian andalan di Kabupaten Banyumas terus didorong agar tidak berhenti pada penjualan dalam bentuk bahan mentah. Melalui kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan yang mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, tim dosen Telkom University Purwokerto yang diketuai oleh Nurul Latifasari, S.TP., M.P., bersama Emmareta Fauziah, S.Ds., M.Ds., Faizah, S.TP., M.Si., serta Firgian Ardigurnita, S.Pt., M.P., dari Universitas Perjuangan Tasikmalaya, mendorong kelompok ibu-ibu PKK Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, untuk mengembangkan jagung lokal menjadi produk pangan bernilai tambah, salah satunya melalui inovasi susu jagung dan es krim jagung bebas laktosa.

Desa Karanggintung dikenal sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Kecamatan Sumbang. Sayangnya, potensi tersebut belum banyak memberikan nilai tambah bagi warga. Lebih dari 80 persen hasil panen jagung di desa tersebut masih dijual dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan tim memilih Desa Karanggintung sebagai lokasi kegiatan pengabdian. Dalam program ini, Kelompok PKK Desa Karanggintung menjadi salah satu mitra yang mendapatkan pendampingan. Kelompok tersebut beranggotakan 20 orang yang terdiri dari ibu rumah tangga dan istri petani jagung.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diajak untuk mengolah jagung menjadi susu jagung dan es krim jagung bebas laktosa. Pelatihan tidak hanya diberikan dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga dilakukan melalui praktik langsung yang dilaksanakan di Telkom University Purwokerto. Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan produk dengan didampingi oleh tim pengabdian.

Selain proses produksi, kegiatan juga diarahkan pada peningkatan kemampuan kelompok dalam menjaga mutu dan mengembangkan produk. Tim pengabdian memberikan pendampingan mengenai penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta penyusunan resep produksi sebagai bagian dari upaya standarisasi proses pengolahan.

Aspek pengemasan dan pemasaran juga menjadi bagian dari pemberdayaan kelompok PKK. Peserta mendapatkan pelatihan terkait desain label, pengemasan, branding produk, serta pengembangan strategi pemasaran melalui media digital. Hal tersebut dilakukan karena sebelumnya produk olahan jagung belum memiliki branding dan kemasan yang optimal untuk mendukung perluasan pasar.

Pemberdayaan kelompok PKK juga diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, khususnya perempuan, dalam pengembangan potensi ekonomi desa. Dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan produksi, pengemasan, dan pemasaran, kelompok diharapkan mampu mengembangkan produk olahan jagung yang lebih terstandar dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Melalui program pengabdian ini, Desa Karanggintung diharapkan tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi jagung, tetapi juga mampu berkembang sebagai sentra diversifikasi produk olahan jagung yang memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.

Writer : Silvia | Editor : Widya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link