Keterbatasan usia dan kondisi fisik tidak menjadi penghalang bagi anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) “Puspa Mulia” di Kelurahan Purwokerto Kidul, Kecamatan Purwokerto Selatan, untuk tetap produktif. Sebanyak 23 anggota BKL yang mayoritas berusia 60–69 tahun kini mulai mengembangkan budidaya ikan nila dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi BKL Puspa Mulia bersama tim pengabdi Universitas Telkom Kampus Kabupaten Banyumas sebagai upaya mendorong kemandirian dan produktivitas ekonomi masyarakat lanjut usia.
Sebelumnya, anggota BKL Puspa Mulia menjalankan kegiatan ekonomi secara sederhana, seperti berjualan kue dan jajanan pasar mingguan. Namun, kegiatan tersebut belum memberikan penghasilan yang stabil dan berkelanjutan. Di sisi lain, keterbatasan lahan di kawasan perkotaan serta kondisi fisik anggota menjadi tantangan dalam menjalankan usaha yang membutuhkan aktivitas fisik cukup berat.

Melihat kondisi tersebut, budidaya ikan nila dengan dukungan teknologi IoT dikembangkan sebagai salah satu alternatif kegiatan produktif yang dirancang agar lebih mudah dioperasikan dan sesuai dengan kemampuan anggota BKL.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Budidaya Ikan Nila bagi Lansia”. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif dengan memberikan kesempatan kepada anggota BKL Puspa Mulia untuk mengenal sekaligus mempraktikkan secara langsung tahapan dasar budidaya ikan nila.
Tidak hanya memberikan pelatihan, tim pengabdi Universitas Telkom yang diketuai Rakhmad Maulidi bersama Dedy Agung Prabowo dan Karina Amanda Larasati juga menyerahkan perangkat budidaya ikan nila yang telah terintegrasi dengan sistem IoT kepada BKL Puspa Mulia.

Perangkat tersebut menggunakan wadah drum berkapasitas 200 liter yang dilengkapi mikrokontroler ESP32, sensor pH, sensor kekeruhan (turbidity), serta sistem pembuangan dan filtrasi air otomatis. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengurangi pekerjaan fisik yang sebelumnya perlu dilakukan secara manual.
“Melalui pelatihan dan penyerahan perangkat ini, kami ingin memastikan teknologi dengan pendekatan humanware dapat dioperasikan secara mandiri dan aman oleh para lansia tanpa memberikan beban fisik yang berlebihan,” ungkap Ketua Tim Pengabdi Universitas Telkom.
Dengan dukungan sensor, kondisi kualitas air dapat dipantau dengan lebih mudah sehingga anggota BKL tidak perlu melakukan seluruh proses pengecekan secara manual. Sistem tersebut juga membantu proses pengelolaan dan pergantian air kolam sehingga aktivitas pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Pendampingan tidak berhenti pada proses budidaya. Tim pengabdi juga memberikan pendampingan dalam pemanfaatan hasil panen melalui pengembangan olahan sederhana berbahan dasar ikan nila. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil budidaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok lansia.
Bagi BKL Puspa Mulia, kehadiran teknologi bukan sekadar memperkenalkan perangkat baru, tetapi menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas produktif yang sesuai dengan kondisi anggota. Dari kolam sederhana, kelompok lansia tersebut didorong untuk membangun kegiatan ekonomi yang dapat dikelola secara bersama dan berkelanjutan.
Program pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK) Tahun Anggaran 2026. Melalui kolaborasi tersebut, pemanfaatan teknologi IoT diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kemandirian, produktivitas, dan peluang ekonomi bagi kelompok lansia.
Writer : Widya | Editor : Ella