Pengelolaan transaksi di BUMDes Arta Jaya, Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas kini memasuki babak baru. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Universitas Telkom Kampus Purwokerto mengimplementasikan sistem Point of Sale (POS) berbasis web yang terintegrasi dengan payment gateway QRIS untuk mendukung transaksi yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Program Teknologi Tepat Guna (TTG) ini didanai oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Telkom.
Sebelum sistem ini diterapkan, pencatatan transaksi di lingkungan BUMDes Arta Jaya, termasuk unit usaha Eatery and Cafe Cakrawala, masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut kerap menimbulkan selisih kas, memperlambat penyusunan laporan keuangan, serta menyulitkan pengambilan keputusan berbasis data. Kini, seluruh transaksi tercatat secara otomatis, laporan keuangan dapat diakses secara real time, dan pelanggan dapat melakukan pembayaran non-tunai hanya dengan memindai kode QRIS.
Sistem POS yang dikembangkan dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti smartphone, tablet, maupun laptop. Setiap tenant UMKM memperoleh akun tersendiri untuk mengelola transaksi usahanya, sementara pengurus BUMDes memiliki dashboard terintegrasi yang memungkinkan pemantauan seluruh aktivitas transaksi secara langsung. Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur manajemen stok serta laporan penjualan harian hingga bulanan guna mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif, terstruktur, dan akuntabel.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom Kampus Purwokerto, Sena Wijayanto, S.Pd., M.T., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menghadirkan sebuah aplikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha desa melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami berharap sistem ini dapat membantu BUMDes mengelola transaksi secara lebih profesional, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjadi model digitalisasi usaha desa yang dapat direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Margasana, Dodit Ari Wibowo, yang menilai digitalisasi BUMDes sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola usaha sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi desa. Menurutnya, penerapan sistem transaksi berbasis teknologi menjadi fondasi penting dalam membangun BUMDes yang lebih modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelaksanaan program berlangsung selama enam bulan melalui pendekatan partisipatif, dimulai dari analisis kebutuhan bersama pelaku UMKM, pengembangan dan instalasi sistem, pelatihan penggunaan aplikasi, hingga pendampingan pascaimplementasi. Tim pengabdian dipimpin oleh Sena Wijayanto, S.Pd., M.T., bersama Mahazam Afrad, S.Kom., M.Kom., Toni Anwar, S.Kom., M.MSI., dan Muhammad Eka Purbaya, S.T., M.Eng., serta melibatkan tiga mahasiswa Universitas Telkom Kampus Purwokerto sebagai operator dan pendamping lapangan.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sekaligus sejalan dengan agenda nasional dalam mendorong digitalisasi UMKM dan perluasan ekosistem pembayaran QRIS hingga ke tingkat desa.

Melalui implementasi sistem POS dan QRIS ini, Universitas Telkom Kampus Purwokerto berharap transformasi digital di BUMDes Arta Jaya dapat menjadi contoh praktik baik bagi desa-desa lain dalam mengembangkan tata kelola usaha yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.
Writer : Ella