Purbalingga – Makaroni keju menjadi salah satu produk olahan yang dikembangkan oleh pelaku usaha mikro di Desa Wirasana, Kabupaten Purbalingga. Namun, di tengah peluang pasar yang semakin terbuka, proses produksi dan pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional menjadi tantangan bagi UMKM Makaroni Keju Icip-Icip untuk berkembang lebih luas.
UMKM Makaroni Keju Icip-Icip telah berdiri sejak 2019 dan dikelola oleh masyarakat Desa Wirasana. Dalam satu bulan, UMKM tersebut mampu memproduksi sekitar 20 kilogram makaroni keju. Namun, proses produksinya masih dilakukan secara manual, khususnya pada tahap pencetakan dan pengemasan produk.
Pada proses pencetakan, adonan makaroni masih dimasukkan ke alat cetak yang dioperasikan dengan cara diputar menggunakan tangan, kemudian dipotong secara manual. Proses tersebut melibatkan tiga orang dengan waktu pengerjaan sekitar empat jam. Sementara itu, pengemasan produk masih dilakukan menggunakan plastik yang direkatkan dengan lilin. Kondisi tersebut membuat proses produksi belum berjalan secara efektif dan efisien.
Persoalan tidak hanya berada pada sisi produksi. Dari aspek pemasaran, produk Makaroni Keju Icip-Icip selama ini masih dilakukan secara konvensional. Pemasaran dilakukan melalui informasi dari tetangga serta penitipan produk di toko-toko di sekitar rumah produksi. Keterbatasan tersebut membuat produk lokal ini belum memiliki jangkauan pasar yang luas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Telkom University Purwokerto yang terdiri atas Dedy Agung Prabowo, Silvia Van Marsally, dan Aiza Yudha. Tim menghadirkan pendekatan yang menggabungkan penerapan teknologi tepat guna dengan penguatan kemampuan pengelolaan usaha dan pemasaran digital untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas produksinya sekaligus memperluas pasar.
Pada aspek produksi, tim menerapkan dua teknologi tepat guna, yaitu alat pencetak makaroni otomatis dan mesin press plastik otomatis. Alat pencetak makaroni dirancang untuk menggantikan proses pencetakan yang sebelumnya dilakukan secara manual, sedangkan mesin press plastik digunakan untuk membantu proses pengemasan produk. Penerapan kedua teknologi tersebut ditujukan untuk membuat proses produksi lebih efektif, efisien, dan mampu mendukung peningkatan kapasitas produksi UMKM.
Selain membantu proses produksi, program ini juga membawa UMKM Makaroni Keju Icip-Icip masuk ke ekosistem pemasaran digital melalui pengembangan website e-commerce. Platform tersebut dirancang sebagai sarana untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas, sekaligus memberikan kanal pemasaran yang tidak lagi bergantung pada konsumen di sekitar lokasi usaha.
Pendampingan juga diberikan kepada pemilik dan karyawan UMKM agar teknologi yang diterapkan dapat digunakan secara optimal. Karyawan mendapatkan peningkatan keterampilan dalam penggunaan alat pencetak makaroni dan mesin press plastik, sementara pemilik UMKM mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan usaha serta pengembangan bisnis. Tim juga memberikan peningkatan kompetensi dalam pengelolaan website e-commerce sebagai bagian dari penguatan pemasaran digital.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari analisis permasalahan melalui kunjungan langsung dan diskusi bersama mitra, pembuatan website, uji coba alat, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dalam prosesnya, pemilik dan karyawan UMKM turut berperan sebagai pengguna sekaligus pengelola teknologi yang diterapkan.
Penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi pemasaran tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pengembangan usaha Makaroni Keju Icip-Icip. Dari sisi produksi, penggunaan mesin ditargetkan dapat meningkatkan jumlah produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap proses manual. Sementara dari sisi pemasaran, pemanfaatan e-commerce diharapkan dapat memperluas jangkauan konsumen sekaligus mendukung peningkatan omzet UMKM.
Program pengabdian ini terlaksana dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMENDIKTISAINTEK). Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi dan keilmuan perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan nyata pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar produk lokal.
Writer : Silvia