Dosen Telkom University Purwokerto Masuk Kandidat Anugerah Saintek 2026, Bukti Komitmen Riset Berdampak bagi Bangsa

Prestasi kembali ditorehkan sivitas akademika Telkom University Purwokerto. Bapak Dr. Alfin Hikmaturokhman, S.T., M.T., dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, menjadi salah satu kandidat yang direkomendasikan oleh LLDikti Wilayah IV untuk mengikuti seleksi tingkat nasional Anugerah Saintek 2026, sebuah ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk apresiasi kepada ilmuwan dan perguruan tinggi yang berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi di Indonesia.

Anugerah Saintek tidak hanya menilai produktivitas publikasi ilmiah, tetapi juga dampak nyata penelitian terhadap masyarakat, industri, pemerintah, dan pembangunan nasional. Selain bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), penghargaan ini turut memberikan perhatian pada inovasi sosial dan humaniora. Bagi pak Alfin, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa penelitian tidak boleh berhenti sebagai luaran akademik semata, tetapi harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Menjadi kandidat yang direkomendasikan oleh LLDikti Wilayah IV merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab. Beliau memandang pencapaian tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja kolektif yang selama ini dibangun bersama mahasiswa, dosen, peneliti, mitra industri, organisasi profesi, hingga instansi pemerintah. Menurutnya, setiap capaian penelitian merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Rekam jejak penelitian yang mengantarkan bapak Alfin ke tahap seleksi nasional berfokus pada bidang telekomunikasi, khususnya pengembangan jaringan 5G, perencanaan frekuensi radio, koeksistensi jaringan seluler dan satelit, serta sistem komunikasi untuk keselamatan publik dan penanggulangan bencana. Berbagai penelitian tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan rekomendasi teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, industri telekomunikasi, serta dunia pendidikan tinggi dalam mendukung transformasi digital Indonesia.

Menurut Bapak Alfin, pencalonan ini bukanlah hasil persiapan dalam waktu singkat. Secara administratif, dokumen seleksi memang disusun setelah menerima rekomendasi dari LLDikti Wilayah IV. Namun, substansi yang dinilai merupakan akumulasi perjalanan akademik yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun melalui penelitian, publikasi, hibah riset, kolaborasi, serta pembinaan mahasiswa.

Dalam setiap penelitiannya, Bapak Alfin mengawali proses dengan mengidentifikasi kebutuhan nyata Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki tantangan konektivitas yang kompleks. Penelitian kemudian dikembangkan melalui pemodelan matematis, simulasi, analisis berdasarkan standar internasional, hingga penyusunan rekomendasi implementasi dan kebijakan. Pendekatan tersebut dilakukan bersama mahasiswa dan berbagai mitra sehingga menghasilkan riset yang tidak hanya memiliki kebaruan ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Berbagai luaran yang dihasilkan dari penelitian tersebut meliputi publikasi ilmiah, model perencanaan jaringan, rekomendasi teknis, kajian kebijakan, peningkatan kompetensi mahasiswa, hingga penguatan kolaborasi nasional dan internasional. Di sisi lain, hasil penelitian juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian propagasi radio, pengelolaan spektrum, komunikasi kebencanaan, serta perencanaan jaringan telekomunikasi generasi baru yang lebih andal.

Ke depan, Bapak Alfin berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian yang lebih dekat dengan implementasi melalui pengembangan jaringan 5G dan 6G, komunikasi kebencanaan, intelligent spectrum management, sistem mission-critical, hingga penguatan kerja sama dengan industri dan instansi pemerintah. Menurutnya, sebuah penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk menghasilkan riset yang semakin aplikatif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia juga menilai bahwa tantangan terbesar dalam penelitian saat ini adalah menjembatani kebutuhan akademik dengan kebutuhan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah, organisasi profesi, dan mitra internasional menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas dampaknya bagi pembangunan nasional.

Menutup wawancara, Bapak Alfin mengajak seluruh sivitas akademika Telkom University Purwokerto untuk terus membangun budaya riset yang kolaboratif dan berorientasi pada dampak. Ia menekankan bahwa inovasi dapat lahir dari kepekaan terhadap persoalan di sekitar, kemudian diselesaikan melalui pendekatan ilmiah yang tepat. Menurutnya, publikasi merupakan bagian dari proses yang lebih besar, yakni menghasilkan pengetahuan dan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pencapaian ini menjadi salah satu bukti komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendorong budaya riset yang unggul, inovatif, dan berdampak. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, industri, pemerintah, dan berbagai mitra strategis, Telkom University Purwokerto terus berupaya menghadirkan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat serta mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link