BANYUMAS – Persoalan pengelolaan usaha, pencatatan keuangan, hingga pemanfaatan media digital menjadi perhatian tim pengabdian masyarakat Telkom University Purwokerto (TUP) dalam mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas di Desa Papringan, Kabupaten Banyumas.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2026. Tidak hanya memberikan pelatihan, tim TUP berupaya memberikan solusi sesuai kebutuhan yang dihadapi pengurus dalam menjalankan dan mengembangkan usaha Batik Pringmas.
Tim pengabdian masyarakat diketuai oleh Chusnul Maulidina Hidayat, S.M., M.M., (Dosen S1 Bisnis Digital), dengan anggota Maliana Puspa Arum, S.E., M.M., (Dosen S1 Bisnis Digital), serta Paradise, S.Kom., M.Kom., (Dosen S1 Teknik Informatika).
Rangkaian pendampingan diawali dengan Pelatihan Manajemen Usaha dan Pencatatan Keuangan Digital yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Pada tahap ini, tim melihat pengelolaan administrasi dan pencatatan keuangan sebagai salah satu bagian yang perlu diperkuat untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Pengurus KUB Batik Pringmas dibekali pemahaman mengenai pengelolaan usaha yang lebih terencana, mulai dari pengaturan kegiatan usaha, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, hingga pemanfaatan catatan keuangan untuk mengetahui perkembangan usaha.
Chusnul Maulidina Hidayat yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut mengatakan pencatatan keuangan yang tertib akan membantu pengurus mengetahui kondisi usaha secara lebih jelas.
“Melalui pencatatan keuangan digital, pengurus dapat lebih mudah memantau transaksi dan kondisi keuangan usaha. Harapannya, data yang tercatat juga bisa menjadi dasar ketika pengurus akan mengambil keputusan untuk pengembangan usaha,” ujar Chusnul.
Pendampingan kemudian berlanjut pada aspek pemasaran. Pada Sabtu, 25 Juli 2026, sebanyak 35 peserta dari KUB Batik Pringmas mengikuti kegiatan Digital Marketing dan Optimalisasi Media Sosial.

Dalam kegiatan tersebut, Maliana Puspa Arum, S.E., M.M. memberikan materi bertajuk “Membangun Bisnis yang Kuat di Era Digital melalui Strategi Konten Pemasaran untuk Masa Depan Bisnis Modern”. Pengurus diajak melihat media sosial tidak sekadar sebagai tempat mengunggah foto produk, tetapi sebagai kanal untuk membangun identitas merek dan menjangkau calon konsumen.
Peserta belajar mengenali target konsumen, menentukan jenis konten, menyusun konten pemasaran yang menarik, hingga mengoptimalkan fitur media sosial. Mereka juga diajak menggali cerita dan keunikan Batik Pringmas yang dapat dikembangkan menjadi materi komunikasi pemasaran.
“Media sosial bukan hanya tempat untuk mengunggah foto produk. Melalui konten yang tepat, Batik Pringmas dapat membangun cerita, memperkuat identitas merek, dan menciptakan kedekatan dengan calon konsumen. Potensi inilah yang perlu dioptimalkan agar produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat luas,” kata Maliana.
Setelah penguatan dari sisi manajemen dan pemasaran, pendampingan memasuki tahap pemanfaatan teknologi melalui Pelatihan Penggunaan Website, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pada tahap ini, pengurus didampingi untuk menggunakan website sebagai katalog digital sekaligus media promosi Batik Pringmas. Paradise, S.Kom., M.Kom., yang menjadi narasumber, memberikan pendampingan langsung mulai dari pengoperasian website, pengelolaan halaman, memasukkan dan memperbarui informasi produk, hingga menata katalog.
Pelatihan dilakukan melalui praktik agar pengurus tidak hanya mengetahui fungsi website, tetapi mampu mengelolanya sendiri setelah program pendampingan selesai.
“Website yang sudah tersedia perlu terus diperbarui agar dapat memberikan informasi yang sesuai kepada konsumen. Karena itu, pengurus kami dampingi mulai dari pengoperasian hingga pengelolaan katalog produk agar ke depan dapat dilakukan secara mandiri,” ujar Paradise.
Ketua tim pengabdian, Chusnul Maulidina Hidayat, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan yang ditemui pada KUB Batik Pringmas. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan pengurus dalam mengelola usaha dan memanfaatkan teknologi tersebut secara berkelanjutan.
Tiga tahap pendampingan tersebut saling berkaitan. Pencatatan keuangan digital diarahkan untuk memperkuat pengelolaan internal usaha, optimalisasi media sosial digunakan untuk memperluas komunikasi pemasaran, sementara website menjadi sarana untuk menampilkan katalog dan informasi produk secara lebih terstruktur.
Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan aplikasi atau tersedianya website. Pengurus juga dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari luaran program BIMA dengan KUB Batik Pringmas sebagai mitra. Program ini terlaksana dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui program pendanaan pengabdian kepada masyarakat. Tim pengabdian menyampaikan terima kasih atas dukungan tersebut sehingga rangkaian pendampingan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan bersama mitra.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap, tim TUP berharap KUB Batik Pringmas semakin mandiri dalam mengelola usaha, memiliki administrasi keuangan yang lebih tertata, mampu membangun pemasaran digital yang konsisten, serta memanfaatkan website untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Kolaborasi perguruan tinggi dan kelompok usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program. Kemampuan yang telah diperoleh pengurus menjadi modal untuk melanjutkan proses transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing Batik Pringmas sebagai salah satu produk lokal Desa Papringan, Banyumas.

Writer : Silvia | Editor : Ella