Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto kembali menghadirkan pengalaman belajar berbasis praktik melalui kegiatan kunjungan industri ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dan Pelindo Cilacap pada Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi sistem logistik di dunia industri sekaligus menjembatani materi perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan.
Kunjungan industri ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana proses supply chain, distribusi, serta manajemen rantai pasok dijalankan oleh perusahaan berskala besar. Menurut dosen pendamping, pembelajaran di kelas perlu dilengkapi dengan pengalaman lapangan agar mahasiswa mampu memahami tantangan operasional logistik yang sesungguhnya.
PT Solusi Bangun Indonesia dan Pelindo Cilacap dipilih sebagai lokasi kunjungan karena merepresentasikan dua sektor logistik yang saling melengkapi. PT SBI memperlihatkan implementasi logistik pada industri manufaktur semen, sedangkan Pelindo Cilacap memberikan gambaran mengenai sistem logistik kepelabuhanan yang menjadi bagian penting dalam rantai distribusi nasional. Selain memiliki karakteristik yang relevan dengan bidang keilmuan Teknik Logistik, kedua perusahaan juga telah menjalin hubungan baik dengan Program Studi S1 Teknik Logistik Telkom University Purwokerto.
Selama kegiatan berlangsung, lima dosen Telkom University Purwokerto turut mendampingi mahasiswa. Di PT Solusi Bangun Indonesia, mahasiswa mempelajari alur rantai pasok mulai dari pengelolaan bahan baku, sistem pergudangan, hingga distribusi produk semen. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan sistem digitalisasi antrian truk serta penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis SAP sebagai bagian dari implementasi Logistik 4.0.
Sementara itu, di Pelindo Cilacap mahasiswa memperoleh wawasan mengenai proses bongkar muat, pengelolaan terminal peti kemas, serta peran strategis pelabuhan dalam mendukung kelancaran rantai logistik nasional. Mahasiswa juga melihat secara langsung penggunaan sistem manajemen terminal digital yang memungkinkan pelacakan kontainer dan koordinasi aktivitas bongkar muat secara real-time.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat menghubungkan berbagai materi yang dipelajari selama perkuliahan, seperti Supply Chain Management, Warehouse Management, manajemen persediaan, optimasi distribusi, hingga manajemen transportasi dan logistik pelabuhan, dengan implementasi yang diterapkan di dunia industri. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis permasalahan logistik berdasarkan kondisi nyata.
Menurut dosen pendamping, kompetensi yang paling penting untuk dimiliki mahasiswa adalah kemampuan mengidentifikasi kesenjangan antara konsep ideal yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas operasional di lapangan. Industri saat ini membutuhkan lulusan yang mampu berpikir analitis, menemukan solusi atas persoalan logistik, serta cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Antusiasme mahasiswa selama kegiatan juga mendapat apresiasi positif dari pihak PT Solusi Bangun Indonesia maupun Pelindo Cilacap. Kedua perusahaan membuka sesi diskusi yang berlangsung interaktif, di mana mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses operasional maupun tantangan logistik yang dihadapi industri. Keterlibatan tersebut menunjukkan tingginya rasa ingin tahu mahasiswa dalam memahami praktik profesional secara langsung.
Selain menjadi media pembelajaran, kunjungan industri ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Telkom University Purwokerto dengan kedua perusahaan. Program Studi S1 Teknik Logistik telah mengajukan proposal magang kepada PT Solusi Bangun Indonesia dan Pelindo Cilacap yang diharapkan dapat direalisasikan pada semester mendatang. Ke depan, kolaborasi juga diharapkan dapat berkembang pada bidang penelitian terapan serta rekrutmen lulusan.
Di tengah tantangan industri logistik yang semakin kompleks, seperti fluktuasi permintaan, efisiensi biaya distribusi, dan percepatan transformasi digital, perusahaan terus melakukan inovasi melalui digitalisasi proses bisnis, integrasi sistem, otomatisasi terminal, serta penguatan konektivitas antarmoda. Melalui pengalaman belajar langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
“Kuasai fundamentalnya dengan serius, tapi jangan takut turun ke lapangan. Dunia logistik bergerak cepat, yang akan bertahan adalah mereka yang bisa berpikir analitis sekaligus adaptif. Jadikan setiap kunjungan, magang, dan proyek sebagai investasi kompetensi, bukan sekadar syarat kelulusan,” pesan dosen pendamping kepada seluruh mahasiswa Teknik Logistik Telkom University Purwokerto.
Melalui kegiatan kunjungan industri ini, Telkom University Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan mampu mencetak lulusan Teknik Logistik yang tidak hanya memiliki penguasaan teori yang kuat, tetapi juga siap menghadapi tantangan transformasi logistik di era digital melalui kompetensi, inovasi, dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Writer : Widya | Editor : Ella