Akademisi Telkom University Purwokerto Sampaikan Perspektif Riset pada Diskusi Publik MPR RI 

Komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendukung transformasi digital nasional kembali diwujudkan melalui kontribusi akademiknya di tingkat nasional. Bapak Dr. Alfin Hikmaturokhman, S.T., M.T., dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi sekaligus perwakilan Center of Excellence Information System and Digital Innovation Technology (CoE IS-DIGIT) Telkom University Purwokerto, mendapat kehormatan sebagai salah satu akademisi yang diundang dalam Diskusi Publik MPR RI bertajuk “Smart Indonesia: Akselerasi Transformasi Digital Nasional Melalui Inovasi Infrastruktur Komunikasi.”

Kepercayaan yang diberikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) tersebut menjadi bentuk pengakuan atas peran akademisi dalam memberikan kontribusi pemikiran berbasis riset untuk mendukung pembangunan nasional. Menurut Bapak Dr. Alfin, keterlibatan perguruan tinggi dalam forum strategis sangat penting agar kebijakan publik tidak hanya berlandaskan kebutuhan praktis, tetapi juga didukung oleh kajian ilmiah, data, dan perspektif teknologi yang objektif.

Diskusi publik ini diselenggarakan sebagai wadah dialog antara pemerintah, legislatif, akademisi, pelaku industri, komunitas, serta masyarakat untuk merumuskan arah transformasi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari pemerataan akses internet, kesiapan implementasi jaringan 5G, pengembangan pusat data, konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga pengembangan talenta digital sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Bapak Dr. Alfin, transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi bangsa. Hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, layanan publik, industri, hingga ekonomi digital, sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur komunikasi yang andal, aman, dan merata. Oleh karena itu, pengembangan teknologi seperti jaringan serat optik, satelit, 5G, cloud computing, edge computing, hingga pusat data menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem digital nasional yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Dalam forum tersebut, Bapak Dr. Alfin menyampaikan perspektif mengenai pentingnya membangun transformasi digital melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi. Infrastruktur komunikasi, menurutnya, tidak hanya mencakup jaringan akses, tetapi juga backbone, data center, cloud, edge computing, keamanan siber, serta kesiapan sumber daya manusia digital. Pendekatan pembangunan juga perlu didasarkan pada hasil riset dan analisis data sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui CoE IS-DIGIT, Telkom University Purwokerto terus berkontribusi dalam mendukung transformasi digital melalui riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, konsultasi, dan kolaborasi dengan berbagai mitra. CoE IS-DIGIT memiliki tiga fokus utama, yaitu ICT Infrastructure, Smart Manufacturing, dan Digital Supply Chain. Berbagai penelitian yang dikembangkan mencakup jaringan komunikasi, Internet of Things (IoT), 5G, cloud computing, edge computing, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), digitalisasi rantai pasok, hingga sistem pengambilan keputusan berbasis data yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, pemerintah, dan pelaku UMKM.

Salah satu poin penting yang dihasilkan dalam diskusi tersebut adalah perlunya percepatan pembangunan infrastruktur komunikasi yang merata, aman, dan berkelanjutan. Selain pemerataan akses internet dan penguatan kesiapan teknologi 5G, forum juga menekankan pentingnya tata kelola keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia digital agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.

Hasil diskusi diharapkan dapat diimplementasikan melalui penguatan kurikulum pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri digital, peningkatan riset yang lebih aplikatif sebagai dasar penyusunan kebijakan, serta perluasan program literasi digital dan pendampingan masyarakat. Selain itu, rekomendasi yang dihasilkan dari forum ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan policy brief, kolaborasi riset, pilot project, hingga program strategis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menutup diskusi, Bapak Dr. Alfin berharap sinergi antara MPR RI, perguruan tinggi, pemerintah, industri, media, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui kolaborasi pentahelix. Menurutnya, transformasi digital hanya dapat berjalan secara optimal apabila seluruh pemangku kepentingan berperan aktif sesuai kompetensinya, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis bukti, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Partisipasi Bapak Dr. Alfin dalam forum strategis tingkat nasional ini menjadi wujud nyata komitmen Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak bagi pembangunan bangsa. Melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, Telkom University Purwokerto terus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia sekaligus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link