Mahasiswa Telkom University Purwokerto Raih Juara 1 Innovillage 2025 Lewat Inovasi SOLVIA untuk Pemberdayaan Perempuan Desa

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Telkom University Purwokerto di tingkat nasional. Tim Oyak Ayak berhasil meraih Juara 1 pada ajang Anugerah Innovillage 2025 kategori Dampak Sosial Berkelanjutan UMKM dan Pemberdayaan Perempuan (SDG 5 & 8).

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara penganugerahan Innovillage 2025 yang diselenggarakan di Telkom University Bandung pada Rabu (21/5/2026).

Innovillage merupakan program kompetisi inovasi sosial yang diinisiasi oleh Telkom Indonesia untuk mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia menghadirkan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program ini berfokus pada pengembangan inovasi sosial yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Tim Oyak Ayak diketuai oleh Farhat Huda dari Program Studi Teknik Industri dengan anggota Rahmawati Khoirunnisa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Muhammad Rafiq Al-fatiy dari Program Studi Teknik Industri. Dalam pelaksanaannya, tim didampingi oleh dosen pembimbing Aiza Yudha Pratama, S.T., M.Sc.

Pada kompetisi tersebut, Tim Oyak Ayak menghadirkan inovasi bertajuk SOLVIA atau Mesin Pengayak Gula Kelapa Otomatis Terintegrasi Panel Surya dan Internet of Things (IoT).

Farhat Huda menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari hasil observasi tim di Desa Pernasidi, tempat para ibu pengolah gula kelapa masih melakukan proses pengayakan secara manual dengan waktu kerja yang cukup panjang dan kondisi kerja yang kurang ergonomis.

“Para ibu harus menghabiskan waktu hingga dua sampai empat jam setiap hari hanya untuk mengayak gula kelapa dengan posisi kerja yang tidak ergonomis,” ujarnya.

Melalui SOLVIA, tim menghadirkan solusi mekanisasi pascapanen yang mampu memangkas waktu pengayakan dari satu hingga dua jam menjadi hanya tujuh sampai sepuluh menit untuk kapasitas 10 kilogram gula kelapa.

Mesin tersebut dirancang menggunakan energi surya sehingga tetap dapat beroperasi di rumah warga dengan keterbatasan daya listrik. Selain itu, SOLVIA juga dilengkapi sistem IoT yang terhubung dengan database CocoBase untuk mencatat hasil produksi secara otomatis dan transparan.

Farhat menuturkan bahwa fokus tim terhadap pemberdayaan perempuan berangkat dari fakta bahwa sebagian besar proses pengolahan gula kelapa dilakukan oleh perempuan atau ibu rumah tangga.

“Lebih dari 88 persen proses pengolahan pascapanen gula kelapa dilakukan perempuan. Bahkan lebih dari 70 persen pekerja mengalami nyeri punggung kronis akibat proses manual,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar selama pelaksanaan program adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang telah lama menggunakan metode tradisional. Tim kemudian melakukan pendampingan langsung bersama kelompok tani dan bengkel lokal untuk memastikan teknologi dapat diterima dan digunakan secara optimal oleh masyarakat.

“Hasilnya justru lebih seragam, lebih cepat, dan harga jual gula menjadi lebih stabil,” ungkap Farhat.

Menurutnya, keberhasilan Tim Oyak Ayak meraih Juara 1 Innovillage 2025 tidak lepas dari pendekatan teknologi yang aplikatif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kemenangan ini bukan garis akhir, tetapi awal untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi desa-desa agraris di Indonesia,” pungkasnya.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendukung mahasiswa untuk terus berinovasi serta menghadirkan solusi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Writer : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link