Kolaborasi Akademisi dan Petani Lokal: PKM Internasional IndoCEISS 2026 Dorong Digitalisasi Gula Semut di Desa Pernasidi

Pernasidi, Banyumas – Dalam upaya mengangkat potensi desa melalui pemanfaatan teknologi, IndoCEISS Jawa Tengah bersama Pemerintah Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sukses menggelar acara PKM Internasional IndoCEISS 2026 pada Sabtu 15-08-2026. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB ini mengusung dua tema strategis, yaitu pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk promosi digital dan penyuluhan branding serta digital marketing produk gula semut.

Acara yang dihadiri oleh puluhan petani muda dan perwakilan dari berbagai universitas ini dibuka dengan khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IndoCEISS Pusat, Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kemajuan industri gula semut di desa tersebut.

“Dengan kehadiran narasumber dari Malaysia, saya berharap akan banyak dan memilih dampak yang positif untuk kemajuan industri di desa ini. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat di sini, khususnya pelaku usaha gula semut,” ujar Prof. Sri Hartati dalam sambutannya.

Selanjutnya, Ketua IndoCEISS Jawa Tengah, Dr. Tenia Wahyuningrum, S.Kom., M.T., yang juga merupakan Direktur Telkom University Purwokerto, turut memberikan sambutan yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal. Dalam arahannya, ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas antusiasme masyarakat Desa Pernasidi yang sangat tinggi dalam menyambut kegiatan ini. Ia juga menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini akan dapat menggali potensi yang ada, mengembangkan dan dapat memberi peluang kepada masyarakat dan UMKM lokal agar semakin maju khusunya bagi masyarakat Desa Pernasidi” tegas DR. Tenia.

Puncak acara diisi dengan dua sesi pematerian yang menghadirkan narasumber ahli dari mancanegara, yaitu Prof. Dr. Setyawan Widiyarto dari Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia yang mengangkat tema pemanfaatan artificial intelligence untuk mendukung promosi digital produk gula semut. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya AI bagi UMKM skala kecil. “Ada empat alasan mengapa AI penting yaitu untuk promosi konvensional membatasi jangkauan produk, AI memungkinkan konten berkualitas tanpa tim desain, konsumen kini mencari produk lewat pencarian digital, dan kolaborasi dengan UNISEL membuka peluang pasar ekspor,” jelasnya. 

Setelah itu dilanjutkan dengan pematerian kedua yang dipaparkan oleh Dr. Jani Kusanti, S.Kom., M.Cs dari Universitas Surakarta dengan mengangkat tema penyuluhan branding dan digital marketing produk gula semut. Dalam paparannya beliau menyampaikan pentingnya melek digital di zaman sekarang. “Literasi digital menjadi sesuatu yang penting bagi pelaku umkm dan industri, dengan literasi digital yang baik membuat produsen berpotensi lebih dekatlangsung dengan konsumen, sehingga tidak selalu bergantung dengan perantara” ungkapnya.

Materi pertama dan kedua tersebut diselingi dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara narasumber dan audiens. Setelah sesi pematerian, acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kemudian berlanjut dengan acara makan bersama dan istirahat, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi closing.

Turut hadir dalam acara ini perwakilan dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Telkom University Purwokerto, UGM, Universitas Sahid Surakarta, Universitas Surakarta, Universitas Teknologi Digital Indonesia (Bantul), Universitas Galuh, Universitas Bina Informatika (Tegal), Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Pancasila, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas Majalengka, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Stikubank, serta Universitas Pignatelli Triputra. Selain itu, sekitar 10 petani lokal yang memproduksi gula kelapa (gula semut dan gula cetak) juga antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Writer : Arif | Editor : Widya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link