Dari Remaja Sehat Lahir Generasi Hebat: KKN Telkom University Gandeng PMI Banyumas Kampanyekan Pencegahan Anemia

BANYUMAS – Pencegahan stunting tidak hanya dimulai saat masa kehamilan, tetapi sejak remaja putri mempersiapkan kesehatan dan kecukupan gizinya. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa KKN Tematik Telkom University Purwokerto berkolaborasi dengan PMI Kabupaten Banyumas menyelenggarakan edukasi anemia bagi remaja putri di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan remaja putri tersebut menghadirkan Dr. Meta Saraswati sebagai pemateri utama. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia sebagai salah satu faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting di masa mendatang.

Dalam pemaparannya, Dr. Meta menjelaskan berbagai tanda dan gejala anemia, seperti mudah lelah, pusing, sulit berkonsentrasi, serta tubuh yang terasa lemas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyebab anemia dan pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging, ikan, telur, hati, sayuran hijau, serta buah-buahan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi secara optimal.

Menurut Dr. Meta Saraswati, kesehatan remaja putri perlu menjadi perhatian bersama karena mereka merupakan calon ibu yang akan melahirkan generasi penerus bangsa.

Ketika remaja putri sehat dan terbebas dari anemia, maka peluang untuk melahirkan anak-anak yang sehat juga semakin besar. Dengan demikian, risiko stunting dapat dicegah sejak jauh hari sebelum kehamilan terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya difokuskan pada masa kehamilan, tetapi harus dimulai sejak masa remaja melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi yang seimbang.

Sebagai tindak lanjut dari edukasi yang diberikan, mahasiswa KKN Tematik bersama PMI Kabupaten Banyumas turut membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada para peserta. Tablet yang dibagikan memiliki rasa yang lebih nyaman dikonsumsi, tidak amis, dan cenderung manis sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD secara rutin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan minum Tablet Tambah Darah bersama sebagai simbol komitmen dalam mencegah anemia sejak dini.

Dr. Meta Saraswati mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu melihat kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kesehatan remaja putri.

Saya melihat mahasiswa mampu membaca kebutuhan yang ada di wilayah. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat dan diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan remaja sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak dini,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik Telkom University Purwokerto, Afin Muhammad Nurshani, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program yang dirancang mahasiswa telah memberikan kontribusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, ia juga berpesan agar mahasiswa terus menjaga semangat pengabdian selama menjalankan program KKN. Ia berharap berbagai kegiatan yang masih akan dilaksanakan dapat terus melibatkan masyarakat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik Telkom University Purwokerto, PMI Kabupaten Banyumas, tenaga kesehatan, dan masyarakat Desa Pageraji, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Edukasi anemia menjadi salah satu langkah preventif yang strategis dalam menyiapkan generasi yang sehat, produktif, dan bebas stunting.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak langsung. Melalui KKN Tematik, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan kesehatan di masyarakat.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link