Bawakan Cerita Rakyat Banyumas, Mahasiswa Internasional Telkom University Purwokerto Raih Juara 2 Nasional 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa internasional Telkom University Purwokerto asal Kamboja, Marcia Carvalho Gama. Marcia berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Bercerita Cerita Rakyat Nusantara Tingkat Nasional melalui penampilan memukau saat membawakan cerita rakyat Banyumas berjudul Pohon Tembaga.

Kompetisi yang diselenggarakan pada 3 Juni 2026 di Universitas Jenderal Soedirman tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam ajang tersebut, Marcia berhasil menunjukkan kemampuan bercerita yang kuat dengan penghayatan mendalam terhadap cerita rakyat yang sarat nilai budaya dan sejarah lokal.

Ketertarikan Marcia terhadap budaya Indonesia menjadi motivasi utama dirinya mengikuti perlombaan tersebut. Ia mengaku ingin mengenal Indonesia lebih dalam melalui berbagai warisan budaya yang dimiliki bangsa ini.

Saya mengikuti lomba ini karena tertarik pada budaya Indonesia dan ingin mengenal budaya Indonesia lebih dalam lagi,” ungkap Marcia.

Pada kompetisi tersebut, Marcia memilih membawakan cerita rakyat Pohon Tembaga, salah satu cerita asal-usul Banyumas yang menurutnya memiliki alur menarik dan pesan yang kuat untuk disampaikan kepada audiens maupun dewan juri.

Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Marcia harus melalui berbagai tahapan, mulai dari proses pendaftaran, pengumpulan naskah dan audio, hingga tampil dalam sesi perlombaan yang kemudian dinilai oleh dewan juri. Untuk mempersiapkan penampilannya, ia terlebih dahulu mempelajari isi cerita secara mendalam sebelum menjalani latihan intensif bersama para pelatih.

Saya dilatih untuk mengatur intonasi suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta penghayatan terhadap setiap tokoh agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada audiens,” jelasnya.

Sebagai mahasiswa asing, Marcia menghadapi tantangan tersendiri selama proses persiapan. Selain harus menghafal alur cerita dan mendalami karakter yang diperankan, ia juga harus beradaptasi dengan penggunaan bahasa Jawa yang menjadi bagian dari cerita yang dibawakan.

Tantangan terbesar bagi saya adalah bahasa dan pengucapannya. Namun dengan terus berlatih, konsisten belajar, dan tidak menyerah, semua tantangan itu dapat diatasi,” tuturnya.

Keberhasilan yang diraih Marcia tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Urusan Internasional (KUI), dosen pendamping, pelatih, keluarga, dan teman-teman yang telah memberikan bimbingan serta motivasi selama proses persiapan.

Menurut Marcia, suasana kompetisi berlangsung sangat kompetitif namun tetap menyenangkan. Ia berkesempatan bertemu dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai universitas dan negara yang sama-sama memiliki minat terhadap pelestarian budaya Indonesia.

Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena merupakan kemenangan pertama yang diraih Marcia dalam sebuah perlombaan. Ia mengaku merasa sangat bersyukur, bahagia, dan bangga dapat membawa nama baik Telkom University Purwokerto di tingkat nasional.

Saya sangat senang karena ini adalah kemenangan pertama saya. Menjadi Juara 2 dan bisa mengharumkan nama Telkom University Purwokerto adalah kebanggaan yang luar biasa,” katanya.

Lebih lanjut, Marcia menegaskan bahwa cerita rakyat memiliki peran penting dalam menjaga identitas bangsa. Menurutnya, melalui cerita rakyat generasi muda dapat mempelajari nilai moral, sejarah, serta kearifan lokal yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui prestasi ini, Marcia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Setiap prestasi membutuhkan proses, kerja keras, dan konsistensi. Teruslah belajar, berlatih, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk berkembang dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan,” pesannya.

Pencapaian Marcia Carvalho Gama tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Telkom University Purwokerto, tetapi juga menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya Indonesia dapat tumbuh dan menginspzirasi siapa saja, termasuk mahasiswa internasional. Melalui kisah Pohon Tembaga, Marcia berhasil membuktikan bahwa cerita rakyat Nusantara tetap relevan dan mampu menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link