Telkom University Purwokerto Dampingi PKK Desa Tumiyang Bangun Mental Wirausaha

Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) lanjutan bertajuk “Peningkatan Kapasitas SDM melalui Literasi Keuangan dan Motivasi Usaha pada Anggota PKK Desa Tumiyang.”

Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang berfokus pada pelatihan pengolahan ikan gurame menjadi produk bernilai tambah, seperti kerupuk gurame. Meski keterampilan produksi masyarakat meningkat, hasil evaluasi menunjukkan masih banyak peserta yang mengalami kendala dalam mengembangkan usaha secara mandiri.

Berdasarkan hasil wawancara lanjutan, sebanyak 70 persen peserta belum berani mempromosikan produknya secara aktif. Selain itu, 62 persen peserta masih menjalankan usaha tanpa perencanaan pengembangan yang jelas, 60 persen belum mencatat pemasukan dan pengeluaran secara konsisten, serta 72 persen belum memiliki format pembukuan sederhana yang mudah digunakan.

Ketua tim pelaksana PkM, Kurnia Indah Sumunar, S.E., M.S.Ak., mengatakan bahwa keterampilan produksi perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan usaha agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Pelatihan teknis memberi mereka keterampilan membuat produk. Namun agar usaha benar-benar berkembang, mereka juga perlu memahami cara menghitung untung-rugi, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta memiliki keberanian untuk mempromosikan produknya,” ujarnya.

Dalam program ini, tim PkM yang terdiri dari Kurnia Indah Sumunar, S.E., M.S.Ak., Alfilia Hilda Rahmatika, S.M., M.M., CPHRM., CHRBP., dan Imam Adiyana, S.Stat., M.Si., memberikan pelatihan kepada 35 anggota PKK Desa Tumiyang.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas tersebut menggunakan pendekatan learning by doing melalui tiga tahap utama. Tahap pertama berupa penyuluhan mengenai literasi keuangan dan pembangunan pola pikir wirausaha. Tahap kedua berupa praktik pembukuan sederhana dan pelatihan pembuatan konten promosi produk untuk media sosial maupun WhatsApp. Selanjutnya, tahap ketiga dilakukan melalui monitoring berkelanjutan menggunakan grup komunikasi WhatsApp.

Ketua PKK Desa Tumiyang, Suci Haryati, S.Pd., menyambut baik program tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami jadi lebih paham cara mencatat dan menghitung keuntungan maupun kerugian usaha, sehingga tidak takut lagi untuk promosi. Ini ilmu yang benar-benar kami butuhkan,” ungkapnya.

Program ini juga sejalan dengan tujuan ke-8 Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pekerjaan layak. Melalui program yang berlangsung dari Mei hingga Juli 2026 ini, Telkom University Purwokerto berharap Desa Tumiyang dapat berkembang menjadi percontohan desa mandiri secara ekonomi dengan sumber daya manusia yang terampil dan unggul dalam literasi keuangan.

Writer : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link