Inovasi UTICARE: Optimalisasi Produksi Keripik UMKM dengan Alat Slicer Ramah Energi

Program inovasi UTICARE hadir sebagai solusi teknologi tepat guna untuk membantu produktivitas UMKM Keripik UTI di Desa Karangrau, Sokaraja, Banyumas. Melalui alat pemotong otomatis (slicer) yang dirancang modern, program ini mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para pekerja.

Program ini dikembangkan oleh tim UTICARE yang terdiri dari Dinda Natasya Artaviana dari Program Studi Teknik Logistik angkatan 2023, Zulfan Hanif Ihsani dari Program Studi Teknik Informatika angkatan 2024, serta Revalya Rabhiyathul Adhawiyah dari Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2025. 

UTICARE dikembangkan sebagai jawaban atas permasalahan produksi yang selama ini masih dilakukan secara manual. Tingginya permintaan pasar terhadap keripik pare dan keripik tempe milik UMKM Keripik UTI tidak sebanding dengan proses produksi yang masih menggunakan pisau dapur biasa. Kondisi tersebut membuat proses pengirisan bahan baku membutuhkan waktu lama dan tenaga yang besar.

Pemotongan 1 kilogram pare secara manual bisa memakan waktu hingga satu jam. Dengan mesin UTICARE, proses tersebut dapat dipersingkat menjadi sekitar lima menit saja,” ungkap salah satu tim UTICARE.

Tidak hanya fokus pada efisiensi waktu, pengembangan alat ini juga menempatkan aspek K3 sebagai prioritas utama. Sebelumnya, pekerja harus mengiris pare secara manual menggunakan pisau tajam untuk menghasilkan potongan tipis dan seragam. Proses tersebut berisiko tinggi menyebabkan luka pada tangan pekerja.

Untuk mengatasi hal tersebut, mesin UTICARE dilengkapi sensor keselamatan kerja yang mampu memberikan perlindungan lebih bagi pengguna. Selain itu, alat ini menggunakan sistem conveyor atau ban berjalan otomatis sehingga bahan baku dapat bergerak sendiri menuju pisau pemotong tanpa perlu didorong menggunakan tangan.

Cara kerja alat ini pun cukup sederhana. Bahan baku seperti pare dimasukkan ke dalam mesin, kemudian conveyor otomatis akan mengalirkan bahan menuju sistem pemotong dengan ketebalan yang telah diatur secara konsisten. Hasil irisan yang seragam dinilai mampu menjaga kualitas rasa serta tampilan produk keripik.

Keunggulan lain dari UTICARE terletak pada penggunaan energi ramah lingkungan. Mesin ini memanfaatkan solar panel sebagai sumber daya utama sehingga UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk listrik operasional. Pemanfaatan energi matahari tersebut menjadikan alat lebih hemat biaya sekaligus mendukung penggunaan energi berkelanjutan.

Dengan solar panel, alat ini dapat beroperasi tanpa biaya listrik tambahan sehingga sangat membantu UMKM dalam menekan pengeluaran produksi,” ujar dinda.

Sejak diterapkan, dampak positif mulai dirasakan oleh UMKM Keripik UTI. Proses produksi menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Waktu yang sebelumnya habis untuk mengiris bahan kini dapat dimanfaatkan pekerja untuk aktivitas produktif lain, seperti menyiapkan bumbu maupun proses pengemasan produk.

Program UTICARE sendiri mulai dirancang sejak bulan April melalui tahap perencanaan dan pengadaan komponen alat hingga akhirnya diimplementasikan langsung kepada mitra UMKM di Desa Karangrau. Desa tersebut dipilih karena sebagian besar proses produksinya masih bersifat tradisional sehingga dinilai membutuhkan dukungan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Ke depan, tim pengembang berharap UTICARE dapat membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan ekonomi UMKM secara berkelanjutan. Selain meringankan pekerjaan fisik para pekerja, inovasi ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi akademisi untuk terus menciptakan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan pula Telkom University Purwokerto terus mendukung lahirnya inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat dan UMKM. Kehadiran kampus di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan sehingga dapat menciptakan solusi yang bermanfaat, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link