Direktur Telkom University Purwokerto, Ibu Dr. Tenia Wahyuningrum, S.Kom., M.T. kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui partisipasinya dalam The 8th International Conference on Smart Computing and Informatics (SCI 2026) dan Quality, Accreditation, and Sustainable Symposium (QASS 2026) yang berlangsung selama 2 hari di Hanoi, Vietnam, pada 28–29 April 2026.
Pada konferensi internasional tersebut, Ibu Tenia tidak hanya mempresentasikan hasil penelitiannya, tetapi juga dipercaya mengemban peran sebagai Session Chair atau moderator sesi ilmiah bagi para peneliti dari berbagai negara. Penunjukan tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap kompetensi akademik dan pengalaman riset yang dimilikinya.
SCI 2026 sendiri merupakan konferensi internasional yang berfokus pada bidang smart computing dan informatika. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Tenia mempresentasikan riset yang berada dalam ruang lingkup Human-Computer Interaction (HCI) dan User Experience (UX), bidang yang selama ini menjadi fokus penelitiannya.
“Konferensi kemarin dilaksanakan selama dua hari, tanggal 28–29 April 2026. Scope-nya sesuai dengan bidang saya yaitu human-computer interaction dan user experience,” ujar Ibu Tenia saat diwawancarai.
Sebelum tampil di forum internasional tersebut, terdapat sejumlah tahapan akademik yang harus dilalui, mulai dari pengiriman paper, proses review, hingga akhirnya dinyatakan lolos untuk dipresentasikan di hadapan para peneliti internasional. Dalam sesi presentasi, peserta memaparkan hasil penelitian sekaligus menerima berbagai masukan, pertanyaan, dan diskusi ilmiah dari sesama akademisi dan peneliti yang hadir dalam konferensi.
Selain menjadi presenter, Ibu Tenia juga memperoleh kehormatan sebagai Session Chair. Dalam peran tersebut, ia bertugas memandu jalannya presentasi para peneliti dan menjaga dinamika diskusi akademik selama sesi berlangsung.
“Session chair itu seperti moderator dalam presentasi para researchers lain,” jelasnya.
Keikutsertaan dalam SCI & QASS 2026 juga membuka peluang kolaborasi internasional baru bagi Telkom University Purwokerto. Salah satunya datang dari KIIT University India yang menawarkan kerja sama sebagai partner dalam penyelenggaraan konferensi internasional. Kerja sama tersebut rencananya akan berlanjut pada konferensi ICMEET dan IC3T yang akan digelar di Bali pada Oktober mendatang, dengan Telkom University sebagai technical partner. Kedua konferensi tersebut juga akan dipublikasikan melalui Springer dan terindeks Scopus.
Tidak hanya itu, peluang kolaborasi juga terjalin bersama Swinburne University melalui rencana pertukaran akademik, kuliah umum, hingga pengembangan riset bersama antara dosen dan mahasiswa. Ibu Tenia menyampaikan bahwa hasil penelitian yang dipresentasikan nantinya akan dipublikasikan melalui Springer setelah melewati proses editorial lanjutan.
Di akhir sesi wawancara, ia turut mendorong dan menyampaikan harapannya kepada mahasiswa dan dosen untuk aktif mengikuti konferensi internasional sebagai sarana memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi riset global.
“Dengan bertemu langsung sesama peneliti, peluang kolaborasi menjadi lebih besar karena kita bisa berdiskusi dan membangun jejaring secara langsung,” tutupnya.
Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendorong budaya riset, publikasi ilmiah internasional, serta penguatan kolaborasi global di bidang teknologi dan inovasi. Keikutsertaan dosen dalam forum akademik dunia diharapkan mampu membawa kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta memperluas jejaring internasional institusi di tingkat global.
Writer : Widya | Editor : Ella