Purwokerto – Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta teknologi yang siap menghadapi tantangan global melalui penyelenggaraan Capstone Design Expo 2026 yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juni 2026. Menggabungkan seminar internasional, kuliah umum, dan pameran karya mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, industri, dan mahasiswa dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dibuka pada Kamis (18/6) melalui International Seminar bertajuk “Exploring AI, Software Engineering, and the Future of Digital Innovation” yang digelar di Aula Rachmat Effendi, Gedung Direktorat Telkom University Purwokerto. Seminar tersebut menghadirkan Takayuki Kawazoe, Chief Technology Officer (CTO) Portament Inc., Jepang, yang membagikan wawasan mengenai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), rekayasa perangkat lunak, hingga arah transformasi digital yang diprediksi akan membentuk masa depan berbagai sektor industri.
Kehadiran praktisi teknologi internasional tersebut memberikan perspektif global kepada mahasiswa mengenai perkembangan teknologi terkini sekaligus membuka peluang kolaborasi dan jejaring akademik yang lebih luas. Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam memahami bagaimana teknologi digital berkembang dan diterapkan di berbagai negara.
Memasuki hari kedua, Jumat (19/6), kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum dan Capstone Design Expo 2026 yang mengangkat tema “Technology for Impact: Bridging Connectivity, Agriculture, and Healthcare Innovation”. Tema tersebut dipilih untuk menggambarkan bagaimana teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan di bidang konektivitas, pertanian, dan kesehatan.
Kuliah umum menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda, yaitu Wirasatya Pratama dari PT Telkom Indonesia Tbk, Fahdy Nashatya, S.T., M.Eng dari PT Frogs Indonesia, serta dr. Rosa Indiarto, M.M dari RS Orthopedi Purwokerto. Ketiganya membagikan pengalaman dan pandangan mengenai implementasi teknologi di dunia industri maupun layanan kesehatan.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pengembangan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Berbagai isu mulai dari penguatan infrastruktur konektivitas, pemanfaatan teknologi untuk sektor pertanian, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis digital menjadi topik utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Setelah sesi kuliah umum, perhatian peserta beralih ke Capstone Design Expo 2026 yang menjadi puncak rangkaian kegiatan. Sebanyak 63 kelompok mahasiswa dari Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknik Elektro, dan S1 Teknik Biomedis menampilkan hasil proyek capstone yang telah mereka kembangkan selama proses pembelajaran.
Pameran yang berlangsung di Gedung Direktorat lantai 2, 3, dan 5 tersebut menampilkan beragam inovasi teknologi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Para peserta tidak hanya mempresentasikan hasil akhir proyek, tetapi juga menjelaskan proses perancangan, implementasi teknologi, hingga potensi pengembangan produk di masa mendatang.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah proyek “IoT-Based Smart Infusion for Realtime Monitoring and Controlling”. Berdasarkan keterangan tim pengembang, inovasi tersebut hadir untuk menjawab permasalahan yang masih sering ditemui di fasilitas layanan kesehatan, yaitu belum adanya sistem peringatan otomatis ketika cairan infus hampir habis maupun saat terjadi over infusion. Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), sistem ini memungkinkan proses pemantauan dan pengendalian infus secara real-time sehingga tenaga kesehatan dapat memperoleh informasi lebih cepat dan akurat dalam mendukung keselamatan pasien.
Capstone Design Expo menjadi bukti nyata penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang selama ini diterapkan di Telkom University Purwokerto. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di kelas dengan penyelesaian permasalahan nyata melalui inovasi teknologi yang aplikatif.
Writer : Widya | Editor : Ella
