Program Studi Desain Produk Telkom University Purwokerto dan Twentyfive.lab Gelar Workshop Daur Ulang Tutup Botol Plastik Bekas

Purwokerto – Permasalahan limbah plastik yang terus meningkat menjadi salah satu isu lingkungan yang memerlukan perhatian serta penanganan dari berbagai pihak. Salah satu jenis limbah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah tutup botol plastik yang umumnya berakhir menjadi sampah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah plastik, Program Studi Desain Produk Telkom University Purwokerto berkolaborasi dengan Twentyfive.lab menyelenggarakan Workshop Daur Ulang Tutup Botol Plastik dengan Teknik Heating dan Molding sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Janaloka Exhibition 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kopi Leci Purwokerto pada Sabtu (4/7/2026) ini diikuti oleh 11 peserta yang terdiri atas siswa SMK Kesatrian Purwokerto, mahasiswa, dan masyarakat umum. Workshop tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai potensi limbah plastik sebagai material yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna melalui teknik heating (pemanasan) dan molding (pencetakan).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung yang dipandu oleh Evan Razak Ismawan, mahasiswa Desain Produk Telkom University Purwokerto sekaligus Owner Twentyfive.lab. Peserta diajak memahami proses pengolahan tutup botol plastik mulai dari pemilahan material, proses pemanasan, hingga pembentukan material menggunakan cetakan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik daur ulang plastik, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung dalam mengolah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Selain menjadi sarana pembelajaran, workshop ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap isu keberlanjutan dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Melalui pemanfaatan kembali limbah plastik, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai guna suatu material.

Ketua Pelaksana Workshop, Laurensius Windy O.H., M.Ds., menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya mengenalkan konsep keberlanjutan kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengenalkan konsep keberlanjutan kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dengan menunjukkan bahwa limbah plastik, khususnya tutup botol bekas, masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna,” ujarnya.

Salah satu peserta workshop, Fajar Maulana dari SMK Kesatrian Purwokerto, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pengalaman baru dalam mengolah limbah plastik secara langsung.

“Saya baru mengetahui bahwa tutup botol plastik dapat diolah kembali menjadi produk yang menarik dan sangat bermanfaat. Kegiatannya pun sangat seru karena di sini kita tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga praktik secara langsung dengan owner-nya,” ungkap Fajar.

Sebagai bagian dari Janaloka Exhibition 2026, kegiatan ini menunjukkan bahwa desain dan kreativitas tidak hanya berfokus pada penciptaan produk baru, tetapi juga dapat berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan lingkungan. Melalui workshop ini, Twentyfive.lab berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari serta memandang limbah plastik sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Antusiasme peserta terlihat selama sesi pemaparan materi maupun praktik pengolahan tutup botol plastik. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link