Mahasiswa Telkom University Purwokerto Edukasi Ibu PKK Karanganyar Mengenali dan Menghindari Penipuan Digital


Maraknya kasus penipuan online yang menyasar berbagai lapisan masyarakat mendorong mahasiswa Program Studi S1 Informatika Telkom University Purwokerto untuk menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Ibu Cerdas Digital: Waspada Penipuan Online”. Kegiatan ini dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Desa Karanganyar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (25/4/2026) di Tamariz Cafe.
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut diikuti oleh 22 peserta dan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, mengenai berbagai bentuk ancaman penipuan digital yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Informatika, yakni Reyhan Aldiansyah, Arya Bima, Retha Anggreani, dan Galih Crismaningtyas di bawah bimbingan Maie Istighosah, S.Kom., M.Kom. Pemilihan ibu-ibu PKK sebagai sasaran program didasarkan pada peran strategis mereka dalam keluarga dan lingkungan masyarakat, sekaligus tingginya intensitas penggunaan aplikasi pesan instan dan media sosial sebagai sarana komunikasi sehari-hari.
Dalam sesi penyampaian materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi, mengenali berbagai modus penipuan online, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan saat menerima pesan atau tautan mencurigakan. Materi disampaikan secara komunikatif dengan menggunakan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta.
Tim pemateri menjelaskan sejumlah ciri umum penipuan digital, seperti penggunaan bahasa yang mendesak, permintaan transfer uang secara cepat, permintaan kode OTP, pesan dari nomor yang tidak dikenal, hingga tautan yang menyerupai situs resmi. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pelaku penipuan kerap memanfaatkan kepanikan dan kepercayaan korban untuk memperoleh informasi pribadi maupun keuntungan finansial.
Tidak hanya berupa penyuluhan, kegiatan juga dikemas dalam bentuk workshop dan simulasi interaktif. Peserta diajak mempraktikkan cara membedakan tautan resmi dan palsu, memeriksa alamat domain, mengenali nomor telepon mencurigakan, serta memahami pentingnya fitur verifikasi dua langkah pada aplikasi WhatsApp.
Melalui simulasi kasus, peserta diberikan berbagai contoh pesan yang mengatasnamakan anggota keluarga, kurir pengiriman, penyelenggara undian, hingga lembaga tertentu. Dalam sesi tersebut, peserta dilatih menentukan tindakan yang tepat, seperti tidak langsung mengklik tautan, tidak membagikan data pribadi maupun kode OTP, serta melakukan verifikasi melalui saluran resmi sebelum mengambil keputusan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain aktif mengikuti diskusi, para peserta juga berbagi pengalaman terkait pesan mencurigakan dan upaya penipuan yang pernah mereka alami. Diskusi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman penipuan digital merupakan persoalan nyata yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, tim mahasiswa turut menghadirkan sesi fun games bertema keamanan digital. Melalui permainan edukatif tersebut, peserta diajak mengingat kembali materi yang telah disampaikan dengan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengisi kuesioner yang mengukur tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan keseluruhan mencapai 95,2 persen. Nilai tertinggi diperoleh pada indikator harapan keberlanjutan program serupa di masa mendatang dengan persentase 98,2 persen. Sementara itu, kesesuaian materi dengan kebutuhan peserta memperoleh nilai 97,2 persen, pelayanan panitia 96,4 persen, kejelasan penyampaian materi 92,8 persen, dan kesesuaian waktu pelaksanaan sebesar 91,8 persen.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa materi yang diberikan dinilai relevan dan bermanfaat bagi peserta dalam menghadapi berbagai risiko kejahatan digital. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan metode evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta secara lebih terukur.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Desa Karanganyar diharapkan semakin mampu mengenali berbagai modus penipuan digital yang kian berkembang. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat menjadi lebih waspada, kritis, dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendukung transformasi digital yang aman dan inklusif melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap keamanan digital, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam memanfaatkan teknologi serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Writer : Widya | Editor :Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link