Upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek partisipasi masyarakat yang belum konsisten dalam kegiatan kesehatan dan edukasi gizi.
Menjawab kondisi tersebut, sebanyak 12 mahasiswa Telkom University Purwokerto resmi diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) yang dimulai di Balai Desa Pageraji, Rabu (15/4/2026). Program ini akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa yang dihadiri perangkat desa, dosen pembimbing akademik, LPPM, serta unsur masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan tenaga kesehatan setempat.
KKN ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Universitas Telkom dalam Mendukung Pelaksanaan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Banyumas terkait Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Pageraji.”
Kepala Desa Pageraji, Sutono, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dan berharap program ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa, khususnya dalam isu stunting.
Sementara itu, dosen pembimbing akademik Afin Muhammad Nurtsani, S.T., M.T., menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk pengabdian yang menuntut mahasiswa untuk terjun langsung memahami kondisi masyarakat, bukan hanya menjalankan program yang telah disusun di atas kertas
“Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, PKK, karang taruna, serta tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama agar kegiatan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Perwakilan LPPM Telkom University Purwokerto, Dr. Atik Febriani, S.T., M.T., turut menegaskan bahwa mahasiswa perlu memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung agar program KKN yang dijalankan dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan..
“Mahasiswa berperan sebagai fasilitator, sehingga penting untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mencari solusi yang dapat dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Upaya mendorong perubahan di masyarakat juga tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi perlu melalui pendekatan dan peningkatan pemahaman warga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dari hasil observasi awal, partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan di Desa Pageraji masih belum stabil. Perangkat desa mencatat, antusiasme warga cenderung tinggi pada awal kegiatan, namun menurun setelahnya ketika kembali pada rutinitas masing-masing.
Kondisi tersebut membuat pelaksanaan program KKN perlu disesuaikan dengan situasi lapangan. Mahasiswa tidak lagi hanya mengandalkan penyuluhan formal, tetapi mulai mengarahkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian warga, melalui pemanfaatan kelompok masyarakat seperti PKK dan KWT.
Program KKN-T mahasiswa ini akan didampingi langsung oleh dosen pembimbing serta perangkat desa selama pelaksanaan di lapangan. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran gizi masyarakat, penguatan peran posyandu, serta optimalisasi potensi lokal melalui kelompok wanita tani.
Dengan dimulainya program ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan stunting, tetapi juga tumbuhnya keterlibatan aktif warga secara berkelanjutan dalam kegiatan kesehatan desa. Selain itu, program ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam memahami dinamika sosial di tingkat desa.
Writer : Ella