Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Telkom University resmi memulai pengabdian di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok melalui prosesi pembukaan dan pelepasan yang khidmat pada Rabu, 15 April 2026. Dengan membawa misi besar bertajuk “Pencegahan Stunting Berbasis Edukasi dan Pemantauan Kesehatan Masyarakat“, kehadiran para mahasiswa ini disambut hangat oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Acara yang berlangsung di Aula Balai Desa Pageraji tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, perwakilan pihak kampus, serta garda terdepan kesehatan desa yakni Ibu-Ibu Kader Posyandu dan penggerak PKK, serta karang taruna. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dalam menekan angka stunting melalui pendekatan yang lebih preventif dan edukatif.
Kepala Desa Pageraji dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “Kami sangat mengapresiasi fokus program KKN tahun ini. Masalah stunting memerlukan kerja sama semua pihak, dan kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi segar bagi ibu-ibu di desa kami,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pak Afin, menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan KKN kali ini bukan sekadar tuntasnya program, melainkan kebermanfaatan jangka panjang. Ia berharap program yang telah dirancang dapat dilestarikan oleh warga Desa Pageraji sendiri bahkan setelah masa KKN berakhir. “Mahasiswa harus bisa berbaur dan bekerja sama. Sinergi dengan Perangkat Desa, Kader PKK, dan Tenaga Kesehatan sangat krusial agar program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Pak Afin dalam sesi wawancara. Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap humanis. “Jangan hanya datang mengambil data lalu selesai. Proses pengabdian ini harus dilakukan dengan empati,” tegasnya.
Dalam kesempatan wawancara terpisah, Ibu Atik selaku Tim LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Telkom University Purwokerto turut memberikan apresiasi atas keselarasan program mahasiswa dengan agenda besar pemerintah kabupaten dalam menekan angka stunting. Beliau menilai langkah awal mahasiswa yang melakukan kajian literatur hingga validasi data melalui survei langsung di lapangan sudah sangat tepat agar program tepat sasaran. Namun, beliau memberikan catatan penting mengenai aspek keberlanjutan sustainability. Ibu Atik berharap mahasiswa dapat memposisikan diri sebagai fasilitator yang mampu mengubah pola pikir mindset warga, Karang Taruna, hingga kelompok tani agar mau meneruskan program secara mandiri, seperti optimalisasi kebun gizi yang bisa dikolaborasikan dengan BUMDes di masa depan.
Dalam pemaparannya, tim KKN menjelaskan bahwa program kerja utama tidak hanya berhenti pada edukasi teoritis, tetapi juga menyentuh aspek pemantauan kesehatan secara langsung. Rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi pendampingan Posyandu, penyuluhan gizi seimbang bagi ibu hamil, hingga pemantauan tumbuh kembang balita di lingkungan Desa Pageraji.
Tidak hanya berhenti di sektor kesehatan, mahasiswa KKN juga membawa sentuhan teknologi untuk memperkuat sektor pertanian desa, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pageraji. Melalui proker Otomasi Kebun, mahasiswa berupaya mendemonstrasikan sistem pengairan otomatis untuk meng-upgrade metode perawatan tanaman yang selama ini masih dilakukan secara manual.
Inovasi ini hadir sebagai solusi efisiensi waktu dan tenaga bagi ibu-ibu KWT, sekaligus menjadi pemantik semangat untuk mengoptimalkan kembali apotek hidup dan kebun gizi sebagai sumber nutrisi keluarga guna mencegah stunting.
“Melalui sinergi antara mahasiswa, kader PKK, dan perangkat desa, program ini diharapkan dapat menciptakan sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan, demi menjamin masa depan generasi muda Desa Pageraji yang lebih sehat dan tangguh.”
Writer : Ella