Mahasiswa Telkom University Purwokerto Hadirkan SOLVIA, Mesin Pengayak Gula Kelapa Berbasis Surya dan IoT untuk Desa Pernasidi

Purwokerto – Telkom University Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa melalui inovasi teknologi tepat guna dalam program Innovillage 2025. Program ini mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui Oyak Ayak Team yang diketuai oleh Farhat Huda, mahasiswa menghadirkan inovasi SOLVIA, mesin pengayak gula kelapa otomatis yang terintegrasi dengan panel surya dan sistem Internet of Things (IoT). Inovasi ini diterapkan di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sebagai upaya meningkatkan produktivitas pengolahan gula kelapa.

Program tersebut merupakan pengembangan lanjutan dari inovasi sebelumnya, CocoBase, platform digital yang telah membantu pencatatan dan distribusi gula kelapa di desa tersebut. Setelah implementasi CocoBase berjalan, tim menemukan bahwa tantangan berikutnya berada pada tahap pascapanen, khususnya proses pengayakan gula yang masih dilakukan secara manual.

“Setelah CocoBase berjalan, kami menemukan bahwa permasalahan terbesar berikutnya ada di tahap pascapanen, khususnya proses pengayakan gula yang masih dilakukan secara manual,” ujar Farhat Huda.

Selama ini, pengrajin membutuhkan waktu hingga 1–2 jam untuk mengayak 10 kilogram gula kelapa. Proses tersebut tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menimbulkan kelelahan fisik, terutama bagi perempuan yang menjadi pengolah utama.

“Prosesnya lama, melelahkan, dan hasilnya juga sering tidak seragam, sehingga memengaruhi kualitas dan harga jual,” ungkap Bu Dzakir, salah satu pengrajin gula kelapa di Desa Pernasidi.

Melihat kondisi tersebut, Oyak Ayak Team merancang SOLVIA sebagai solusi mekanisasi sederhana yang mampu mempercepat proses sekaligus menjaga kualitas produk. Mesin ini bekerja menggunakan sistem getaran dengan saringan bertingkat untuk menghasilkan ukuran butiran gula yang lebih seragam. SOLVIA memanfaatkan energi dari panel surya sehingga dapat beroperasi tanpa bergantung pada listrik rumah tangga.

Selain itu, sistem ini dilengkapi sensor berat (load cell) dan modul IoT berbasis ESP32 yang memungkinkan pencatatan hasil produksi secara otomatis ke dalam platform CocoBase. Dengan integrasi tersebut, kelompok tani dapat memantau jumlah produksi, durasi penggunaan alat, hingga efisiensi kerja secara real-time.

Ketua Kelompok Tani Gendis Asri, Mas Rian, menyambut baik inovasi ini karena dinilai menjawab kebutuhan nyata di lapangan. “Kalau ada alat seperti ini, tentu sangat membantu. Yang penting mudah digunakan dan tidak memberatkan listrik,” ujarnya.

Dari hasil uji coba awal, penggunaan SOLVIA mampu memangkas waktu pengayakan secara signifikan, dari beberapa jam menjadi hitungan menit untuk jumlah yang sama. Tingkat keseragaman hasil ayakan juga meningkat, sehingga kualitas produk lebih stabil di pasaran.

Program ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan, terutama bagi perempuan pengolah gula kelapa. Dengan berkurangnya beban kerja fisik, mereka dapat bekerja lebih nyaman dan memiliki waktu lebih untuk aktivitas lainnya. Selain implementasi teknologi, tim juga melakukan pelatihan kepada anggota kelompok tani terkait pengoperasian dan perawatan alat, serta pendampingan dalam penggunaan sistem digital CocoBase.

Dosen pembimbing, Aiza Yudha Pratama, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. “SOLVIA dirancang agar dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh masyarakat. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti sebagai proyek, tetapi bisa terus berkembang dan direplikasi,” jelasnya.

Ke depan, Oyak Ayak Team berencana mendorong replikasi SOLVIA ke desa-desa penghasil gula kelapa lainnya di Kabupaten Banyumas melalui skema kolaborasi dengan koperasi dan unit usaha desa. “Harapannya, apa yang kami bangun di Pernasidi bisa menjadi model yang dapat diterapkan di desa lain,” tutup Farhat.

Melalui integrasi mekanisasi, energi terbarukan, dan sistem digital, SOLVIA diharapkan menjadi langkah nyata menuju desa mandiri energi serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Inovasi ini sekaligus menegaskan peran aktif Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan solusi berdampak melalui kolaborasi antara akademisi dan masyarakat.

Writer & Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link