PURWOKERTO, 19 September 2026 — Generasi muda tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Central Java Youth Generaction 2026 yang digelar di Telkom University Purwokerto, Sabtu (19/9).
Kegiatan yang mengusung tema “A Youth Collaboration for 21st Century Education” ini merupakan hasil kolaborasi Forum Anak Jawa Tengah bersama Telkom University Purwokerto, dengan Telkom University Purwokerto menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan generasi muda dengan lingkungan pendidikan dan pemangku kepentingan untuk membangun ruang belajar yang lebih luas, tidak hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami tantangan yang dihadapi anak muda di tengah perkembangan era digital. Kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan mengambil keputusan di tengah derasnya arus informasi menjadi hal yang semakin penting.
Ada empat kemampuan utama yang ditekankan kepada generasi muda. Pertama, kemampuan berpikir, terutama dalam melihat persoalan secara kritis. Kedua, kemampuan memecahkan masalah tanpa mudah panik ketika menghadapi suatu persoalan. Ketiga, komunikasi dan kolaborasi, karena berbagai tantangan tidak selalu dapat diselesaikan seorang diri. Keempat, kemampuan beradaptasi, mengingat perubahan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Suasana kegiatan juga dibuka dengan tari Geol Banyumas yang dibawakan oleh teman-teman dari SLB Yakut B Purwokerto sebagai tari selamat datang. Penampilan tersebut turut memberikan sentuhan budaya lokal di tengah kegiatan yang membahas kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Z.K. Abdurahman Baizal, S.Si., M.Kom. menyampaikan bahwa Telkom University Purwokerto bersama para pemangku kepentingan siap mendukung berbagai langkah dan karya generasi muda.

“Kami, kampus ini dan pemangku kepentingan, siap mendukung langkah dan karya-karya generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun masa depan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, sapaan Bupati Banyumas yang diwakili dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya kemampuan anak muda dalam menyaring informasi. Menurutnya, semakin banyak informasi yang diterima, semakin besar pula kebutuhan untuk mampu memilih dan memilah informasi secara tepat.
Kemampuan tersebut menjadi penting, terutama ketika generasi muda harus mengambil keputusan di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Sikap kritis diperlukan agar informasi yang diterima tidak langsung dipercaya begitu saja, melainkan dipahami dan dipertimbangkan terlebih dahulu.
Apresiasi terhadap kolaborasi Forum Anak Jawa Tengah dan Telkom University Purwokerto juga disampaikan melalui sambutan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Anak muda juga perlu memiliki kemampuan dalam menghadapi persoalan dan mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah.
“Kegiatan ini mengajak anak-anak bagaimana bisa tumbuh dan aktif,” disampaikan dalam sambutan tersebut.
Selain itu, Forum Anak juga didorong untuk mengambil peran sebagai pelapor ketika menemukan berbagai hal yang tidak sesuai, sehingga anak muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan positif.
Central Java Youth Generaction 2026 kemudian menjadi ruang bagi para peserta untuk memperoleh pengalaman baru melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari experiential learning, inspirational talk, youth dialog, permainan GEN, gallery walk, hingga performing. Kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan anak muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jejaring.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan Forum Anak, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan generasi muda membutuhkan ruang yang lebih luas dari sekadar pembelajaran akademik. Anak muda perlu diberi kesempatan untuk berpikir, mencoba, berkolaborasi, menghadapi persoalan, dan tumbuh bersama perubahan yang terus bergerak.

Writer : Widya | Editor : Ella