
Telkom University Purwokerto kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui ajang Innovillage 2025. Dua tim unggulan, yakni Tim Solvia dan Tim Simonting, berhasil lolos ke Top 50 Innovillage 2025. Capaian ini menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan inovasi berbasis solusi nyata bagi masyarakat.
Dari kedua tim tersebut, Tim Solvia menjadi salah satu sorotan berkat inovasi yang mereka tawarkan dalam menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Namun, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari inspirasi dan semangat yang dibawa oleh Tim Solvia, yang menghadirkan inovasi berbasis teknologi tepat guna.
Solvia sendiri merupakan mesin pengayak gula kelapa semi otomatis yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) serta didukung oleh energi panel surya (PLTS). Inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan klasik yang dihadapi para pengrajin gula kelapa, yaitu proses pengayakan yang masih dilakukan secara manual, memakan waktu lama, dan membutuhkan tenaga besar. Dengan adanya Solvia, proses produksi menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten, sekaligus mendukung penggunaan energi terbarukan.
Koordinator tim, Farhat, menjelaskan bahwa ide Solvia berangkat dari hasil observasi langsung di lapangan. Proses pengayakan gula kelapa yang dilakukan secara tradisional dinilai memakan waktu lama, membutuhkan tenaga besar, serta menghasilkan kualitas yang tidak konsisten. “Untuk mengayak 10 kg gula saja bisa memakan waktu berjam-jam. Dari situ kami berpikir bagaimana teknologi bisa membantu agar prosesnya lebih cepat, hasilnya lebih konsisten, dan pengrajin tidak kelelahan,” ungkapnya.

Tim Solvia sendiri terbentuk dari inisiatif sederhana antar mahasiswa yang memiliki semangat yang sama dalam berinovasi. Berawal dari lingkungan pertemanan, tim ini kemudian berkembang dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari desain alat, pengembangan IoT, sistem energi terbarukan, hingga pendampingan mitra. Dengan mengangkat permasalahan nyata di masyarakat, mereka menyusun proposal, melakukan riset awal, hingga akhirnya berhasil lolos ke tahap seleksi berikutnya.
Fokus utama Solvia adalah membantu kelompok pengrajin gula kelapa yang masih menggunakan metode tradisional. Dengan adanya alat ini, diharapkan produktivitas meningkat, kualitas produk lebih terjaga, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para pengrajin. Keunggulan Solvia terletak pada integrasi teknologi yang dihadirkan, tidak hanya sebagai alat mekanis, tetapi juga dilengkapi sistem monitoring berbasis IoT serta memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Dalam proses pengembangannya, tim Solvia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menyelaraskan desain teknis dengan kondisi nyata di lapangan. Selain itu, integrasi teknologi IoT dengan sistem mekanik juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui proses tersebut, tim memperoleh banyak pembelajaran berharga, khususnya dalam hal adaptasi dan kolaborasi.
“Keberhasilan kami mencapai Top 50 Innovillage 2025 menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan inovasi Solvia. Ke depan, kami berharap Solvia dapat direplikasi ke lebih banyak kelompok pengrajin serta dilengkapi dengan fitur monitoring yang lebih komprehensif. Kami juga ingin mengajak mahasiswa lain untuk berani memulai dari permasalahan sederhana di sekitar, karena solusi yang berdampak besar sering kali berawal dari kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Farhat.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Telkom University Purwokerto, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berperan aktif dalam menciptakan perubahan melalui inovasi yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Writer : Widya | Editor : Ella