Qiraya: Inovasi Startup Mahasiswa Tel-U Purwokerto yang Hadirkan Solusi Digital Kreatif

Semangat inovasi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Telkom University Purwokerto melalui hadirnya startup berbasis edukasi spiritual bernama Qiraya. Platform ini menawarkan solusi pembelajaran Al-Qur’an secara digital yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Qiraya merupakan platform edutech spiritual yang menghadirkan layanan belajar Al-Qur’an berkualitas melalui sesi privat online. Dengan memanfaatkan teknologi, Qiraya memberikan kemudahan bagi umat Muslim untuk belajar tanpa terhalang jarak maupun waktu. Sistem pembelajaran yang fleksibel memungkinkan pengguna mengikuti kelas dari mana saja, menjadikan proses belajar lebih praktis dan efisien. Inovasi ini lahir dari keresahan yang kerap dialami masyarakat perkotaan. Di tengah kesibukan dan mobilitas tinggi, banyak keluarga Muslim kesulitan menyediakan waktu untuk pendidikan agama, khususnya dalam mencari guru ngaji. Selain itu, terdapat fenomena di kalangan orang dewasa yang merasa sungkan untuk mulai belajar dari dasar karena faktor rasa malu. Qiraya hadir sebagai jawaban atas permasalahan tersebut dengan menawarkan pembelajaran yang lebih privat, nyaman, dan mudah diakses.

Pengembangan Qiraya sendiri telah dimulai sejak Januari 2026. Sejak awal, tim pengembang melihat potensi besar dalam menghadirkan solusi pendidikan agama berbasis digital. Mereka menyadari bahwa rendahnya minat belajar mengaji sering kali bukan karena kurangnya keinginan, melainkan keterbatasan waktu dan fleksibilitas. Startup ini digerakkan oleh tim mahasiswa dengan pembagian tugas dan peran yang terstruktur. Azra sebagai Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Chief Technology Officer (CTO) bertanggung jawab atas arah strategis dan pengembangan teknologi. Zidane sebagai Chief Operating Officer (COO) mengelola operasional harian, sementara Kenzo sebagai Chief Design Officer (CDO) membangun identitas visual dan pengalaman pengguna. Di sisi pemasaran, peran Chief Marketing Officer (CMO) dijalankan dengan fokus pada strategi promosi, pengembangan kemitraan, serta manajemen konten. Selain itu, Qiraya juga menjalin kolaborasi dengan Sentral Kerohanian Islam Telkom University Purwokerto dalam penyusunan kurikulum dan pengembangan materi pembelajaran.

Qiraya menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang ingin belajar membaca Al-Qur’an atau memperdalam ilmu tahsin dan tajwid, namun memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti pembelajaran secara konvensional.

Salah satu keunggulan utama Qiraya terletak pada fleksibilitas waktu belajar. Berbeda dengan metode konvensional, pengguna dapat menyesuaikan jadwal kelas sesuai kebutuhan. Proses pembelajaran dilakukan melalui platform seperti Zoom atau Google Meet, sehingga dapat diakses dari mana saja. Kurikulum yang ditawarkan pun berjenjang, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Dalam pengembangannya, Qiraya memanfaatkan teknologi seperti framework Laravel untuk membangun website profil, serta platform komunikasi seperti WhatsApp Business untuk mempermudah koordinasi antara pengajar dan pengguna. Pemilihan teknologi ini didasarkan pada kemudahan akses dan familiaritas pengguna, sehingga tidak menimbulkan hambatan teknis dalam proses belajar. Meski demikian, perjalanan Qiraya tidak lepas dari berbagai tantangan. Tim menghadapi kesulitan dalam menjalin kemitraan dengan pengajar profesional, khususnya yang memiliki sertifikasi di bidang tahsin dan tahfidz. Selain itu, proses pemasaran untuk menjangkau calon pengguna juga menjadi tantangan tersendiri di tahap awal pengembangan.

“Ke depan, kami ingin Qiraya menjadi sahabat bagi setiap Muslim dalam menjalankan aktivitas spiritual Al-Qur’an kapan saja dan di mana saja. Lebih dari sekadar platform belajar, kami berharap Qiraya dapat menjadi bagian dari gaya hidup Muslim modern yang semakin dekat dengan nilai-nilai keislaman,” ujar Noah, perwakilan tim Qiraya.

Melalui inovasi ini, mahasiswa Tel-U Purwokerto membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap permasalahan sosial dapat melahirkan solusi yang berdampak luas. Qiraya menjadi contoh nyata bahwa langkah kecil dengan visi besar dapat membuka peluang perubahan di era digital.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link