Puluhan siswa SMA Bruderan Purwokerto mengikuti workshop desain produk yang digelar oleh Program Studi S1 Desain Produk Universitas Telkom Purwokerto melalui Program Tel-U Mengajar. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 11 November 2025 ini mengangkat tema “Stitchless Leather Goods Crafting: From Flat Sheet to Fashion Beat”.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi berupaya memperluas akses pendidikan desain kepada masyarakat, khususnya siswa sekolah menengah. Tim pelaksana menerapkan pendekatan studio-based workshop yang memungkinkan peserta belajar secara aplikatif melalui praktik langsung, eksplorasi material, serta interaksi intensif bersama instruktur.
Tim instruktur gabungan memandu workshop ini, terdiri atas tiga dosen Desain Produk, yakni Agatha Dinarah S.R., M.Ds., Emmareta Fauziah, M.Ds., dan Gusnita Linda, M.Hum., serta empat mahasiswa Desain Produk, yaitu Muhamad Amar Ma’ruf, Elgina Silalahi, Estella Maureen, dan M. Sandy Putra.
Para dosen menghadirkan kedalaman pengetahuan dan wawasan akademik, sementara keterlibatan mahasiswa memberikan energi baru serta membangun kedekatan emosional dengan peserta.
Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari teknik stitchless leather crafting, yaitu metode kontemporer yang memungkinkan perancangan produk kulit tanpa proses jahit. Pada sesi praktik, siswa membuat dua varian dompet kulit estetik yang dirancang khusus oleh tim Desain Produk Telkom University Purwokerto agar mudah diikuti sekaligus tetap menarik secara visual.
Melalui tahapan potong dan lipat serta sistem penguncian sederhana, para peserta berhasil menyelesaikan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki daya tarik desain yang kuat. Momen ketika siswa menyaksikan dompet hasil rakitan mereka selesai menjadi salah satu sorotan kegiatan, sekaligus menunjukkan keberhasilan modul pelatihan dalam mengubah ide menjadi karya nyata.
Koordinator kegiatan, Agatha Dinarah S.R., M.Ds., menyampaikan bahwa Program Tel-U Mengajar merupakan bentuk kontribusi Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan pendidikan desain yang inklusif dan relevan dengan perkembangan industri kreatif.
“Program Tel-U Mengajar tidak hanya memperkenalkan dunia desain kepada siswa SMA, tetapi juga menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan komunitas sekolah. Kami ingin membawa nilai inovasi dan kreativitas Tel-U ke lingkungan belajar yang lebih luas,” ujar Agatha.
Panitia memilih SMA Bruderan Purwokerto sebagai mitra karena sekolah tersebut memiliki perhatian besar terhadap pengembangan seni dan eksplorasi kreativitas. Kolaborasi ini menjadi titik temu positif antara dunia akademik dan pendidikan menengah.
Melalui workshop ini, Telkom University Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam memperkuat kompetensi kreatif generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik desain, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai peluang karier dan kewirausahaan di sektor industri kreatif yang terus berkembang pesat.
Semangat “Kreatif Tanpa Batas” yang diusung Program Tel-U Mengajar menjadi dorongan baru bagi siswa SMA Bruderan untuk terus mengeksplorasi potensi diri, sekaligus mencerminkan nilai sosial dan edukatif yang kuat dari sivitas akademika Universitas Telkom Purwokerto.
Writer: Vania | Editor : Ella