Purwokerto – Permasalahan tingginya kehilangan hasil (food loss) pada komoditas pisang pascapanen mendorong mahasiswa Telkom University Purwokerto menghadirkan inovasi yang lebih ramah lingkungan dan aplikatif. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K), tim mahasiswa mengembangkan ETICO (Ethylene Absorber Pengendali Pematangan Pisang Pascapanen), sebuah produk penyerap gas etilen berbasis arang tempurung kelapa yang dirancang untuk memperlambat proses pematangan buah pisang sehingga kualitasnya tetap terjaga lebih lama.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi terhadap tingginya laju pematangan buah yang dipicu oleh gas etilen, hormon alami yang berperan dalam proses pemasakan buah. Kondisi tersebut kerap menyebabkan penurunan kualitas pisang selama penyimpanan maupun distribusi, sehingga mengakibatkan kerugian bagi petani, pedagang, hingga distributor akibat menurunnya nilai jual produk.
Tim ETICO dipimpin oleh Gilang Risqi Maulana, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2024, bersama empat mahasiswa lintas disiplin, yakni Ika Wida Nuragustin dari Program Studi Sains Data, Afifah Faiqatuzzahra dari Program Studi Sains Data, Cindy Mariam Sumitra dari Program Studi Teknik Biomedis, serta Judika Syahputra Sihombing dari Program Studi Teknologi Pangan. Dalam pengembangannya, tim memperoleh pendampingan dari Ajeng Dyah Kurniawati, S.TP., M.Sc.
Kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan ETICO. Setiap anggota tim berkontribusi sesuai bidang keahliannya, mulai dari pengembangan teknologi produk, strategi bisnis, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Pendekatan multidisiplin tersebut memungkinkan ETICO tidak hanya memiliki nilai inovasi dari sisi teknologi, tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk yang berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar.
Berbeda dengan produk sejenis, ETICO memanfaatkan limbah tempurung kelapa sebagai bahan baku utama. Tempurung kelapa diolah menjadi arang yang memiliki kemampuan menyerap gas etilen, kemudian dikemas dalam bentuk sachet praktis yang dapat ditempatkan di dalam kemasan atau ruang penyimpanan buah pisang. Dengan menurunkan konsentrasi gas etilen di sekitar buah, proses pematangan dapat berlangsung lebih lambat sehingga masa simpan pisang menjadi lebih panjang tanpa mengurangi kualitasnya.
Selain memberikan manfaat bagi pelaku usaha di sektor hortikultura, pemanfaatan limbah tempurung kelapa juga menjadi nilai tambah dari inovasi ini. Bahan baku yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan menjadikan ETICO sebagai alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan metode pengawetan lainnya, sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pertanian.
Selama pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2026, tim ETICO menjalankan berbagai tahapan pengembangan, mulai dari pengadaan alat dan bahan, proses produksi, pengujian efektivitas produk, hingga evaluasi dan penyusunan laporan. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium dan sarana pendukung di lingkungan Telkom University Purwokerto untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan efektivitas yang optimal.
Melalui inovasi ETICO, tim mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka food loss pada komoditas hortikultura, khususnya pisang, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal. Inovasi ini juga diharapkan mampu mendukung pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan serta Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Pengembangan ETICO menjadi salah satu bukti komitmen mahasiswa Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab tantangan di masyarakat, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai solusi kewirausahaan berbasis teknologi. Melalui sinergi antara riset, kreativitas, dan semangat berwirausaha, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan produk inovatif yang memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Writer : Widya | Editor : Ella