Dosen Telkom University Purwokerto Hadirkan Meja Putar Ergonomis untuk Tingkatkan Daya Saing Perajin Gerabah Pejagatan

Komitmen Telkom University Purwokerto dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Pejagatan, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Melalui program bertajuk “Peningkatan Daya Saing Perajin Gerabah Pejagatan Melalui Rekayasa Meja Putar Inovatif Ergonomis”, tim dosen menghadirkan teknologi tepat guna berupa meja putar ergonomis yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kesehatan kerja para perajin gerabah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Juni 2026 ini melibatkan tim dosen yang terdiri atas Pricilla Tamara, Agatha Dinarah, dan Dina Rachmawaty, bersama mahasiswa Telkom University Purwokerto. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi penggunaan alat, dilanjutkan dengan demonstrasi cara pengoperasian, serta penyerahan meja putar ergonomis kepada perajin gerabah di Desa Pejagatan.

Desa Pejagatan merupakan salah satu sentra kerajinan gerabah di Kabupaten Kebumen yang telah berkembang secara turun-temurun. Meskipun memiliki nilai budaya dan ekonomi yang tinggi, sebagian besar proses produksi masih mengandalkan peralatan tradisional. Para perajin umumnya menggunakan meja putar berbahan kayu dengan posisi kerja jongkok atau duduk di bangku kecil selama berjam-jam, sehingga berisiko menimbulkan keluhan pada bagian pinggang, punggung, hingga betis akibat postur kerja yang kurang ergonomis.

Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian mengembangkan meja putar gerabah yang dirancang berdasarkan prinsip ergonomi untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan efisien. Inovasi ini memungkinkan perajin bekerja dalam posisi duduk yang lebih baik dengan kursi yang dapat disesuaikan ketinggiannya sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu, mekanisme putaran meja dioperasikan menggunakan kaki sehingga kedua tangan dapat sepenuhnya difokuskan untuk membentuk gerabah dengan lebih presisi tanpa harus memutar meja secara manual.

Penerapan teknologi tepat guna ini diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal akibat posisi kerja yang kurang ideal, sekaligus meningkatkan efisiensi proses produksi. Dengan kondisi kerja yang lebih nyaman, para perajin diharapkan dapat mempertahankan produktivitas dalam waktu yang lebih lama serta menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih konsisten.

Prosesi penyerahan meja putar ergonomis disambut antusias oleh para perajin gerabah. Selain menerima bantuan alat, mereka juga memperoleh pendampingan mengenai teknik penggunaan, perawatan, serta cara mengoptimalkan fungsi meja putar agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam proses produksi sehari-hari. Pendampingan ini menjadi bagian penting dari program pengabdian agar inovasi yang diberikan tidak hanya digunakan sesaat, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan menjembatani hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha lokal, Telkom University Purwokerto berupaya mendorong penerapan teknologi yang sederhana, mudah dioperasikan, namun memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kerja masyarakat.

Lebih dari sekadar menghadirkan alat produksi baru, inovasi meja putar ergonomis ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri gerabah Pejagatan di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif. Dengan meningkatnya kenyamanan dan efisiensi kerja, para perajin memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas hasil kerajinan, sekaligus mempertahankan keberlangsungan warisan budaya lokal yang telah menjadi identitas Desa Pejagatan selama bertahun-tahun.

Melalui kegiatan ini, Telkom University Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga aktif menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Ke depan, sinergi antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal diharapkan terus melahirkan berbagai inovasi tepat guna yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link