Dosen Telkom University Purwokerto mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan buku digital menggunakan Canva dan Heyzine bersama Komunitas Rayya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta kemampuan menulis dan mempublikasikan buku cerita anak secara mandiri.
Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Komunitas Rayya, sebuah komunitas literasi yang aktif bergerak di bidang kepenulisan dan budaya baca. Tim pengabdian diketuai oleh Muhammad Panji Kusuma bersama Melinda Br. Ginting dan Nur Afifah Zen, serta dibantu oleh 3 mahasiswa Telkom University Purwokerto.
Pelatihan pembuatan buku digital ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 6 dan 20 Desember 2025. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum sehingga siapa pun yang memiliki minat belajar menulis dan membuat buku digital dapat mengikuti pelatihan. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang mencapai lebih dari 15 orang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari pegiat komunitas baca, guru sekolah dasar, hingga peserta yang datang atas keinginan pribadi untuk belajar menulis.
Pada hari pertama pelatihan, peserta diajak untuk mengenal dunia buku cerita anak dan teknik dasar menulis cerita anak. Materi disampaikan oleh Ade Yulia, seorang penulis yang telah berkecimpung di dunia kepenulisan sejak tahun 2011 sekaligus pendiri Komunitas Rayya. Dalam sesi tersebut, Ade Yulia menjelaskan berbagai jenis buku cerita anak serta tahapan penting dalam proses penulisan cerita yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan pembaca anak-anak.
Ade Yulia menekankan bahwa menulis bukan sekadar menuangkan ide, tetapi juga membutuhkan tujuan yang jelas dan tekad yang kuat. Ia menyampaikan bahwa setiap penulis pasti akan menghadapi rasa lelah dan keinginan untuk menyerah di tengah proses. Oleh karena itu, penulis perlu selalu mengingat kembali tujuan awal dan alasan mengapa memilih untuk menulis.
“Menulis itu perlu strong why. Ketika di tengah jalan muncul rasa ingin menyerah, kita harus kembali mengingat alasan awal mengapa kita mulai menulis,” ujar Ade Yulia di hadapan para peserta.
Suasana pelatihan pada hari pertama berlangsung dengan menyenangkan dan interaktif. Selain mendapatkan ilmu baru, para peserta juga berkesempatan menambah teman serta saling bertukar ide. Peserta diajak berandai-andai dengan imajinasi mereka masing-masing untuk menciptakan cerita anak yang kreatif dan bermakna. Di akhir sesi hari pertama, peserta diberikan tugas untuk menulis cerita anak berdasarkan imajinasi dan kreativitas masing-masing sebagai bahan yang akan dikembangkan pada pertemuan berikutnya.
Memasuki hari kedua, pelatihan difokuskan pada proses mengemas cerita yang telah ditulis agar menjadi buku digital yang menarik untuk dibaca. Materi disampaikan langsung oleh Muhammad Panji Kusuma selaku ketua tim pengabdian. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan platform Heyzine sebagai media untuk membuat buku digital interaktif.
Peserta juga diajarkan cara memvisualisasikan cerita ke dalam bentuk gambar menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Muhammad Panji Kusuma menjelaskan bahwa pemanfaatan AI bertujuan untuk membantu pengembangan ide dan visualisasi cerita, bukan untuk menggantikan peran ilustrator secara keseluruhan.
“AI bukan pengganti ilustrator. Teknologi ini hanya membantu penulis dalam mengembangkan ide dan gambaran visual dari cerita yang sudah dibuat,” tegas Panji.
Setelah proses pembuatan ilustrasi, peserta memasukkan draft gambar dan teks cerita ke dalam platform Heyzine. Dengan tampilan visual yang lebih menarik dan format digital yang interaktif, hasil karya peserta menjadi lebih siap untuk dibaca dan dinikmati oleh khalayak luas.
“Pelatihan ini sangat menarik, karena kegiatan ini melatih kepenulisan dan menjadi ilmu baru, saya sendiri juga tertarik dan ingin belajar menulis cerita anak.” Ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Telkom University Purwokerto berharap dapat mendorong lahirnya penulis-penulis baru, khususnya di bidang cerita anak, sekaligus meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam dunia literasi. Kolaborasi dengan Komunitas Rayya juga diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat ekosistem literasi dan kreativitas di masyarakat.