Telkom University Purwokerto — Berawal dari rasa penasaran terhadap sebuah unggahan di Instagram, Muhammad Iqbal, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Telkom University Purwokerto, berhasil meraih penghargaan Most Inspiring dalam Pertamina Youth Program (PYP) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Pertamina bersama Institut Energi Anak Bangsa.
Ketertarikan Iqbal terhadap program tersebut bermula ketika ia melihat unggahan mahasiswa dari universitas lain mengenai Pertamina Youth Program. Setelah mencari tahu lebih lanjut, ia menemukan bahwa program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari isu ketahanan energi Indonesia. Dari sekitar 1.500 mahasiswa yang mendaftar, hanya 100 peserta yang lolos ke tahap wawancara dan kemudian terpilih 50 mahasiswa untuk mengikuti program.
PYP 2026 berlangsung selama lima hari, 4–9 Agustus 2026, di Hotel Harris Sentul City, Kabupaten Bogor. Selama kegiatan, Iqbal bersama peserta lainnya mendapatkan pematerian langsung dari para pekerja Pertamina yang berpengalaman di bidang industri energi. Peserta juga diajak mengunjungi sejumlah fasilitas energi, mulai dari Terminal Hulu Cemara di Karangampel, Kilang Minyak RU VI Balongan, hingga Fuel Terminal Integrated Balongan.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Iqbal adalah ketika berkesempatan memasuki area Kilang Minyak RU VI Balongan. Di sana, peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses pengolahan minyak dan gas serta melihat langsung Crude Distillation Unit (CDU). Kunjungan tersebut juga menerapkan prosedur keamanan yang ketat karena peserta berada di area industri dengan tingkat risiko tinggi.
“Yang paling berkesan itu waktu kunjungan ke Kilang Minyak Balongan RU VI. Tidak semua orang, baik umum maupun mahasiswa, bisa masuk ke dalam kilang tersebut karena risikonya tinggi dan juga ada aspek kerahasiaannya,” ungkap Iqbal.

Mengusung tema “Pemuda Penggerak Transisi Energi untuk Kemandirian Nasional”, program ini juga mendorong peserta untuk memahami peran generasi muda dalam menjaga ketahanan energi. Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, Iqbal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih banyak mengenai penerapan ilmu elektro di industri energi, terutama melalui sesi pematerian dan diskusi bersama para ahli Pertamina.
Menurutnya, generasi muda perlu mulai mengambil peran dalam mendukung kemandirian energi nasional dengan tidak hanya bergantung pada energi fosil, tetapi juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi.
Penghargaan Most Inspiring yang diraihnya pun menjadi sesuatu yang tidak pernah ia ekspektasikan sejak awal. Selama kegiatan, peserta dituntut untuk aktif bertanya dan menyampaikan pendapat, dengan keaktifan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penilaian. Dukungan keluarga serta seorang teman diskusi yang turut memberikan masukan dalam penyusunan esai juga menjadi bagian dari perjalanan Iqbal mengikuti program tersebut.
Bagi Iqbal, pengalaman mengikuti PYP 2026 bukan sekadar tentang memperoleh penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari para profesional di industri energi serta bertemu mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal untuk terus mengajak generasi muda peduli terhadap ketahanan energi nasional.
“Jangan takut untuk mencoba dan gagal. Kalau ada kesempatan yang menurut kalian berpeluang besar untuk masa depan, just do it, langsung daftar. Kalau gagal pun setidaknya kalian sudah berusaha mencoba daripada hanya menyesal karena tidak pernah mencoba,” pungkasnya.

Writer : Widya | Editor : Ella