PURWOKERTO – Dalam upaya mendukung pencegahan stunting sejak usia dini, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Biomedis Telkom University Purwokerto (TUP) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi Terpadu Gerakan Anak Sehat dan Cerdas sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Sekolah Dasar” di SD Negeri 1 Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.
Program yang didanai melalui skema Hibah Internal ini dipimpin oleh Irmayatul Hikmah, S.Si., M.Si. bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Biomedis TUP sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahapan yang mengombinasikan edukasi kesehatan dan penguatan literasi digital. Tahap pertama berlangsung pada 11 Mei 2026 melalui pelatihan penggunaan mouse bagi siswa kelas V SD Negeri 1 Limpakuwus. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dasar teknologi informasi sekaligus memperkenalkan pemanfaatan perangkat komputer kepada siswa sekolah dasar.
Melalui berbagai latihan dan permainan edukatif berbasis komputer, siswa diajak mengenal fungsi mouse serta teknik penggunaannya secara tepat. Suasana pembelajaran yang interaktif membuat para siswa antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan oleh tim pendamping.
Selanjutnya, pada 13 Mei 2026, tim pengabdian memberikan edukasi terkait stunting kepada para guru. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab, dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, hingga langkah-langkah pencegahan melalui pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup sehat.
Dalam sesi diskusi, para guru juga diajak memahami peran strategis sekolah dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Kegiatan berlangsung aktif dan produktif, menunjukkan tingginya kepedulian para pendidik terhadap upaya pencegahan stunting di lingkungan sekolah.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 18 Mei 2026 melalui edukasi stunting dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa kelas II. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak, peserta diajak mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memahami pentingnya mengonsumsi makanan bergizi.
Berbagai simulasi dan permainan edukatif turut digunakan untuk membantu siswa memahami materi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ketua tim pengabdian, Irmayatul Hikmah, menyampaikan bahwa pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.
“Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap siswa memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya gizi dan kesehatan, sementara guru dapat menjadi agen edukasi yang mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Telkom University Purwokerto tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan dan digital di lingkungan sekolah dasar, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, produktif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih luas, efektif, dan berkelanjutan.
Writer : Ella