Rekarya International Video Festival 2026 Jadi Ruang Kreatif bagi Kreator dan Mahasiswa DKV

Purwokerto — Perkembangan teknologi turut membuka semakin banyak ruang bagi lahirnya karya seni visual yang inovatif. Melihat peluang tersebut, Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University Purwokerto menghadirkan Rekarya International Video Festival 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa, dosen, hingga kreator umum untuk mengeksplorasi dan mengapresiasi karya gambar bergerak.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kreativitas yang mempertemukan seni visual dengan perkembangan teknologi, khususnya melalui karya video dan gambar bergerak. Kaprodi S1 DKV Telkom University Purwokerto, Galih, menjelaskan bahwa Rekarya hadir untuk memberikan ruang bagi sivitas akademika maupun kreator dalam mengembangkan karya sesuai bidang keilmuannya.

“Rekarya sebenarnya sebagai wadah untuk teman-teman DKV, baik itu mahasiswa maupun dosen, untuk berkreasi keilmuan mereka, khususnya tentang karya-karya gambar bergerak,” ungkapnya.

Selain menjadi ruang berkreasi, Rekarya juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para kreator yang terus mengembangkan karya video serta menggabungkannya dengan teknologi. Kehadiran festival ini diharapkan dapat memperluas ruang eksplorasi bagi pelaku seni visual sekaligus mendorong perkembangan ekosistem kreatif.

Menariknya, Rekarya International Video Festival 2026 terbuka untuk masyarakat umum. Tidak hanya mahasiswa dan dosen, pelajar hingga seniman dari berbagai negara juga dapat berpartisipasi. Hingga wawancara dilakukan, tercatat telah ada peserta dari 10 negara yang mengirimkan karya, dengan jumlah seniman yang telah berpartisipasi mencapai lebih dari 20 orang.

“Targetnya untuk umum, mau level SMA, mau sampai internasional para seniman-seniman,” jelas Pak Galih selaku Kaprodi S1 DKV.

Bagi mahasiswa dan dosen DKV Telkom University Purwokerto, festival ini juga menjadi ruang internal untuk berlatih, berkreasi, serta mengembangkan pengalaman dalam mengikuti ajang kreatif. Sementara bagi masyarakat umum, Rekarya membuka kesempatan untuk memperkenalkan karya kepada audiens yang lebih luas.

Proses submission saat ini telah dibuka dan tidak dipungut biaya. Para calon peserta dapat memperoleh informasi serta mengakses tautan pengumpulan karya melalui akun Instagram resmi Rekarya. Sementara itu, puncak kegiatan direncanakan berlangsung pada awal November 2026 di kawasan Menara Teratai, Banyumas. Jadwal pasti masih dalam tahap penyesuaian karena pelaksanaan kegiatan melibatkan pihak eksternal.

Lebih dari sekadar festival, Rekarya juga membawa misi untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih luas. Mulai dari lingkungan DKV, Telkom University Purwokerto, Banyumas, hingga jejaring kreatif di tingkat nasional dan internasional.

“Rekarya ini sebenarnya upaya kami untuk mendorong ekosistem kreatif, baik itu di internal kita, di DKV, di TUP, maupun ekosistem kreatif di Banyumas sendiri,” tutur pak Galih.

Menurutnya, keberadaan festival yang menghadirkan karya kreatif di Banyumas juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Banyumas sekaligus Telkom University Purwokerto kepada masyarakat yang lebih luas. Hal tersebut sejalan dengan komitmen DKV untuk terus menghubungkan kreativitas, pendidikan, dan perkembangan ekosistem industri kreatif.

Dalam pelaksanaannya, Rekarya juga menggandeng sejumlah pihak. Untuk lokasi kegiatan, panitia bekerja sama dengan pengelola Menara Teratai serta Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kolaborasi juga dilakukan bersama Bioskop Rajawali. Sementara untuk publikasi dan peliputan, panitia tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah media.

Melalui Rekarya International Video Festival 2026, DKV Telkom University Purwokerto tidak hanya memberikan ruang bagi kreator untuk menampilkan karya, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia kreatif pada level nasional hingga internasional.

Ke depan, festival ini diharapkan dapat memantik semangat mahasiswa dan para kreator untuk terus menghasilkan karya, mengeksplorasi teknologi, serta mengambil bagian dalam perkembangan ekosistem video dan seni visual.

“Harapannya teman-teman mahasiswa DKV untuk mereka berkreasi, kalau di luar sana juga sama sebetulnya para kreator ter-trigger untuk terus berkreasi, sehingga secara ekosistem khususnya di video itu semakin maju,” pungkas bapak Galih diakhir wawancara.

Writer : Widya | Editor :Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link