Tim E-Health Innovators Telkom University Purwokerto Kembangkan Smart Infusion Berbasis IoT untuk Tingkatkan Keselamatan Pasien

Purwokerto – Pemantauan infus yang masih dilakukan secara manual di berbagai fasilitas kesehatan menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan medis. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan penanganan ketika infus hampir habis, laju tetesan tidak sesuai, maupun terjadi kondisi abnormal lainnya. Menjawab tantangan tersebut, Tim E-Health Innovators dari Program Studi Teknik Biomedis Telkom University Purwokerto mengembangkan IoT-Based Smart Infusion System for Real-Time Monitoring and Controlling, sebuah sistem infus cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu melakukan pemantauan sekaligus pengendalian aliran infus secara otomatis dan real-time.

Inovasi ini dikembangkan di bawah bimbingan Afin Muhammad Nurtsani, S.T., M.T. sebagai dosen pengampu. Tim E-Health Innovators beranggotakan Achmad Faihaqul Chija, Widya Risma Gandari, Stephanie Iona Siregar, dan Hanifa Aisha Widiasih, yang berkolaborasi mengembangkan solusi berbasis Internet of Things untuk meningkatkan keselamatan pasien serta mendukung efisiensi kerja tenaga medis. Smart Infusion dirancang untuk membantu tenaga kesehatan memantau kondisi infus secara lebih efektif melalui integrasi teknologi sensor, mikrokontroler, dan platform monitoring berbasis internet. 

Latar belakang pengembangan sistem ini berangkat dari tingginya potensi kesalahan dalam pemberian cairan infus. Berdasarkan Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (2023), kesalahan pemberian cairan infus dapat mencapai 35% dari total dosis yang diberikan, sehingga berpotensi menyebabkan over infusion maupun under infusion. Selain itu, proses pemantauan infus di banyak fasilitas kesehatan masih mengandalkan observasi manual yang dilakukan secara berkala oleh tenaga medis, sehingga kondisi kritis seperti infus habis atau perubahan laju tetesan sering kali terlambat terdeteksi, terutama ketika jumlah pasien tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang bertugas.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan smart infusion device mampu mencegah sekitar 13% kesalahan pada pemberian cairan intravena dan menurunkan angka kesalahan hingga 52–73% melalui sistem monitoring otomatis. Namun, sebagian besar perangkat yang telah dikembangkan masih berfokus pada fungsi pemantauan (monitoring) tanpa dilengkapi kemampuan untuk melakukan tindakan otomatis (controlling) ketika terjadi kondisi abnormal.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim E-Health Innovators menghadirkan sistem yang tidak hanya memonitor kondisi infus, tetapi juga mampu memberikan respons secara otomatis. Sistem ini mengintegrasikan sensor load cell untuk mengukur volume cairan infus serta sensor inframerah (infrared) untuk mendeteksi laju tetesan infus. Seluruh data diproses menggunakan mikrokontroler ESP32 yang kemudian dikirim secara real-time melalui koneksi internet sehingga dapat dipantau melalui aplikasi mobile berbasis Blynk IoT.

Selain menampilkan informasi secara lokal melalui LCD Display I2C, sistem juga memungkinkan tenaga medis memantau kondisi infus dari jarak jauh menggunakan perangkat seluler. Data yang ditampilkan meliputi volume cairan infus, status tetesan, hingga kondisi alarm yang diperbarui secara real-time. Apabila sistem mendeteksi kondisi kritis, seperti volume infus hampir habis, laju tetesan terlalu cepat, atau infus tidak menetes dalam waktu tertentu, pengguna akan menerima notifikasi otomatis melalui aplikasi.

Keunggulan utama Smart Infusion tidak berhenti pada fungsi monitoring. Sistem ini juga dibekali mekanisme controlling otomatis menggunakan motor servo yang berfungsi menjepit selang infus ketika terdeteksi kondisi abnormal. Mekanisme tersebut memungkinkan sistem menghentikan aliran infus secara otomatis untuk mencegah risiko yang dapat membahayakan pasien. Selain itu, buzzer akan memberikan peringatan suara sehingga tenaga medis dapat segera melakukan tindakan lanjutan.

Dengan kombinasi fungsi monitoring dan controlling, Smart Infusion menawarkan berbagai keunggulan, antara lain meningkatkan akurasi pemantauan kondisi infus, mempercepat respons terhadap kondisi kritis, mengurangi beban kerja tenaga kesehatan, serta mendukung pemantauan pasien secara jarak jauh. Sistem ini juga memungkinkan integrasi data secara digital sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.

Pengembangan IoT-Based Smart Infusion System for Real-Time Monitoring and Controlling menjadi salah satu bentuk implementasi teknologi digital di bidang kesehatan yang selaras dengan transformasi layanan medis menuju konsep smart healthcare. Melalui pemanfaatan Internet of Things, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pasien, meminimalkan risiko kesalahan pada pemberian cairan infus, serta mendukung tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat, akurat, dan responsif.

Inovasi yang dikembangkan oleh Tim E-Health Innovators bersama Program Studi Teknik Biomedis Telkom University Purwokerto ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara teknologi dan ilmu kesehatan dapat menghasilkan solusi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Ke depan, Smart Infusion diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki potensi implementasi yang lebih luas pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Writer : Widya | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link