Komitmen perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Telkom University Purwokerto melalui capaian dosennya yang berhasil lolos pendanaan Hibah DRTPM BIMA pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Hibah ini merupakan program dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) yang dikelola melalui platform Basis Informasi Manajemen Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) sebagai sistem pengajuan dan pengelolaan kegiatan pengabdian di perguruan tinggi. Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas usaha berbasis budaya lokal melalui pendekatan digitalisasi yang terintegrasi.
Program pengabdian ini diketuai oleh Ibu Chusnul Maulidina Hidayat, S.M., M.M, dengan dukungan tim yang terdiri dari Ibu Paradise, S.Kom., M.Kom dan Ibu Maliana Puspa Arum, S.E., M.M. Kolaborasi lintas bidang ini menjadi pondasi penting dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan pengembangan bisnis secara menyeluruh.
Program yang diusung mengangkat tema optimalisasi digitalisasi pemasaran dan manajemen usaha pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas di Banyumas. Inisiatif ini berangkat dari adanya kesenjangan antara potensi besar produk batik lokal yang memiliki nilai budaya tinggi dengan kondisi aktual di lapangan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari alat produksi, sistem manajemen usaha, hingga strategi pemasaran yang masih konvensional.
Melalui program ini, tim pengabdian tidak hanya menghadirkan solusi berbasis teknologi, tetapi juga berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pendekatan yang dilakukan mencakup pelatihan, pendampingan intensif, serta penyediaan sarana produksi guna memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Digitalisasi dipilih sebagai strategi utama karena dinilai mampu menjawab tantangan pemasaran sekaligus manajemen usaha. Dengan pemanfaatan teknologi digital, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar tanpa batas geografis, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki sistem pencatatan dan pengambilan keputusan usaha.
Implementasi program ini dirancang secara komprehensif, mulai dari pengembangan website sebagai etalase produk dan media branding, pemanfaatan media sosial serta marketplace, penyusunan katalog digital, hingga pelatihan pembuatan konten promosi berbasis foto dan video. Seluruh aspek tersebut diintegrasikan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih modern dan adaptif.
Program ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Mei 2026 dengan durasi sekitar delapan bulan dalam satu tahun anggaran. Tahapan pelaksanaan disusun secara sistematis, dimulai dari observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi program, penguatan sarana produksi, pelatihan teknis dan manajerial, implementasi teknologi, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, ketua tim berperan sebagai koordinator utama yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai target. Sementara itu, anggota tim dosen berkontribusi dalam pendampingan teknis dan pelatihan, serta mahasiswa turut dilibatkan dalam implementasi teknis, dokumentasi, dan pengembangan konten digital.
Sasaran utama program ini adalah para pelaku usaha batik yang tergabung dalam KUB Batik Pringmas. Pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, hingga evaluasi, sehingga mitra tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan secara mandiri.
Keunggulan program ini terletak pada pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital secara simultan. Pendekatan ini menjadikan dampak program lebih komprehensif dan berkelanjutan dibandingkan program pemberdayaan yang hanya berfokus pada satu aspek tertentu.
Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal literasi digital pelaku usaha yang masih beragam. Selain itu, perubahan dari sistem konvensional menuju digital juga membutuhkan adaptasi pola pikir yang tidak instan. Oleh karena itu, pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Sebagai bentuk harapan terhadap keberlanjutan program, ketua tim menyampaikan optimismenya terhadap dampak yang akan dihasilkan.
“Ke depan, kami berharap program ini mampu mendorong KUB Batik Pringmas menjadi UMKM yang lebih mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas. Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis digital yang dapat direplikasi di berbagai sektor usaha lainnya.” ujar Ibu Chusnul Maulidina Hidayat sebagai ketua tim.
Melalui capaian ini, Telkom University Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis inovasi dan kearifan budaya.

Writer : Widya | Editor : Ella