Dosen Telkom University Purwokerto Kembangkan Alat Pengirat Bambu untuk Perajin Pring Petung Cilacap

Cilacap – Tim dosen Telkom University Purwokerto melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kelompok Perajin Bambu Pring Petung, Desa Karangtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Program ini berfokus pada pengembangan teknologi tepat guna berupa alat pengirat bambu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi anyaman.

Kegiatan PkM tersebut diketuai oleh Pricilla Tamara dengan anggota Agatha Dinarah dan Affriza Brilyan. Pelaksanaan program dilakukan pada November 2025 dengan pendekatan partisipatif, melibatkan perajin secara aktif sejak tahap identifikasi permasalahan, perancangan alat, hingga uji coba penggunaan.

Pricilla Tamara menjelaskan bahwa sebelum adanya alat tersebut, proses pengiratan bambu masih dilakukan secara manual menggunakan pisau. Cara ini membutuhkan waktu lama dan kerap menghasilkan iratan dengan ketebalan yang tidak seragam, sehingga menyulitkan perajin saat menerima pesanan dalam jumlah besar atau dengan standar kualitas tertentu.

Melalui program ini, tim pengabdian menyerahkan satu unit alat pengirat dan pembelah bambu kepada kelompok perajin. Alat tersebut dirancang untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan keamanan, serta menghasilkan iratan bambu dengan ketebalan yang lebih konsisten.

Karsiti, salah satu perajin Pring Petung, mengaku penggunaan alat ini sangat membantu. Dengan alat pengirat bambu, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas bahan, sekaligus mempermudah proses lanjutan dalam pembuatan produk anyaman.

Diharapkan, pemanfaatan teknologi tepat guna ini mampu mendorong pengembangan produk anyaman bambu yang lebih variatif, baik dari segi desain maupun fungsi, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal Cilacap. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif.

Ke depan, tim pengabdian berharap kolaborasi dengan perajin bambu dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam pengembangan alat produksi, tetapi juga pada aspek desain produk, pemasaran, serta penguatan identitas kerajinan bambu khas Cilacap.

Writer: Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link