DIGIFEST 3.0 Hadir Meriah: Angkat Pop Culture, Dorong UMKM Lokal, dan Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda

Program Studi Bisnis Digital Telkom University Purwokerto kembali menyelenggarakan Digital Business Festival (Digifest) 3.0, sebuah agenda tahunan yang tahun ini hadir lebih besar dengan mengusung tema Digital Carnaval: Merayakan Inovasi dan Kreativitas Lokal. Acara yang berlangsung seharian penuh ini melibatkan kompetisi nasional, bazar UMKM, workshop digitalisasi, hingga seminar nasional dengan narasumber dari industri keuangan.

Ketua Pelaksana Digifest 3.0, Bening Dwi Sasmita, menjelaskan bahwa event ini dirancang sebagai ruang eksplorasi bagi pelajar, mahasiswa, hingga pelaku usaha lokal Purwokerto. Digifest tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform edukasi dan kompetisi yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan kewirausahaan. Tahun ini, Digifest mengadakan dua kompetisi utama, yaitu Lomba Iklan Nasional yang dibuka untuk SMA/SMK hingga mahasiswa seluruh Indonesia, serta Marketing Battle, kompetisi penyusunan dan presentasi marketing plan bagi siswa SMA/SMK se-Banyumas. Selain kompetisi, Digifest juga memberikan ruang bagi UMKM untuk meningkatkan keterampilan melalui Workshop Digitalisasi UMKM, serta menghadirkan Seminar Nasional yang mengangkat isu literasi keuangan dan kesehatan finansial.

Bening menuturkan bahwa persiapan Digifest 3.0 terbilang cukup menantang. Panitia hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk menyusun seluruh rangkaian agenda, melakukan koordinasi internal, serta menggandeng sponsor, partnership, dan media partner. “Tantangan terbesar ada pada koordinasi dan proses guiding sponsor. Waktunya singkat, tetapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Workshop dan seminar bahkan terisi penuh,” ujarnya. Meski persiapannya padat, panitia tetap memastikan keseluruhan acara berjalan tertib dan meriah dengan dukungan lebih dari 25 tenant UMKM serta penampilan panggung dari mahasiswa Telkom University Purwokerto.

Salah satu pembaruan paling menonjol dari Digifest tahun ini terletak pada variasi sub-event yang dihadirkan. Jika sebelumnya kompetisi lebih difokuskan pada lomba poster nasional, tahun ini Digifest memperluas jangkauan dengan lomba iklan nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Marketing Battle juga menjadi gebrakan baru karena belum pernah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya. Dari sisi seminar, Digifest 3.0 mengangkat tema baru seputar literasi keuangan, berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih menyoroti pemasaran dan UMKM. Pembaruan lainnya terlihat dari pembangunan panggung besar di area lapangan yang menjadi pusat hiburan dan penampilan kreativitas mahasiswa hingga malam hari.

Dari berbagai rangkaian acara, Bening menilai bahwa Bazar UMKM merupakan sub-event yang memberikan dampak paling besar bagi masyarakat. Sebanyak 25 tenant UMKM lokal di Purwokerto mendapat kesempatan untuk berjualan dari pagi hingga malam, sekaligus mengikuti workshop digitalisasi yang disediakan secara gratis oleh panitia. “UMKM sangat terbantu, karena selain berjualan, mereka juga mendapat ilmu tentang pemasaran digital. Ini benar-benar ruang pemberdayaan untuk pelaku usaha lokal,” tuturnya. Area panggung yang baru juga menjadi daya tarik tersendiri karena memungkinkan pengunjung menikmati berbagai penampilan musik dan hiburan sepanjang acara.

Di sisi lain, Seminar Nasional menjadi pusat edukasi bagi peserta dengan menghadirkan narasumber profesional, Yaseya Christofer, SE, CSA, CTA, yang merupakan President Director & Founder Yes Infest serta mantan praktisi perusahaan sekuritas. Dalam sesi bertajuk literasi keuangan dan financial health, Yaseya mengajak generasi muda memahami kondisi finansial pribadi, pentingnya mengatur cashflow, serta cara melihat peluang investasi secara bijak. Seminar yang berlangsung selama 90 menit ini menjadi salah satu agenda paling diminati dalam Digifest 3.0, dengan peserta memenuhi ruang seminar sejak awal acara.

Antusiasme pengunjung selama Digifest 3.0 cukup tinggi, meskipun panitia mengakui sempat mengalami kesulitan menarik perhatian mahasiswa di awal masa publikasi. “Biasanya mahasiswa bergerak mendekati hari H, tetapi menjelang acara, antusiasme meningkat drastis. Kami berharap tahun depan semangat peserta sudah terasa sejak awal,” harap Bening. Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi panitia yang lebih matang dan inovasi kegiatan yang lebih segar menjadi harapan utama untuk Digifest selanjutnya.

Digifest 3.0 sendiri berlangsung dari pagi hingga malam, dimulai dengan workshop dan persiapan tenant, dilanjutkan dengan kompetisi, seminar nasional, hingga penampilan musik dan hiburan. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang kompetisi Market Motion dan Marketing Battle, serta diakhiri dengan sesi Operasi Semut sebagai bentuk komitmen menjaga kebersihan lingkungan kampus.

Dengan rangkaian agenda yang padat dan beragam, Digifest 3.0 sukses menjadi festival besar yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan manfaat edukatif dan sosial bagi mahasiswa, pelajar, serta masyarakat Purwokerto. Mengangkat semangat inovasi dan kreativitas lokal, Digifest 3.0 kembali membuktikan peran Prodi Bisnis Digital sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan komunitas.

Writer: Musaddad Amin | Editor : Ella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link