Mahasiswa Telkom University Purwokerto kembali ukir prestasi lewat pencapaiannya pada kompetisi Web Development dalam ajang ITASE 6.0. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Telkom University Purwokerto dalam rangka merayakan ulang tahun program studi Sistem Informasi yang ke-8.
Dalam kompetisi tersebut, tim dari Telkom University Purwokerto sukses meraih posisi juara 2 mengalahkan lebih 120 tim dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. Prestasi membanggakan tersebut diraih oleh tim yang bernama Alhuma bariklana fima Rojaktana wakina adzabannar atau yang sering dikenal dengan dengan “tim doa makan”.
Beranggotakan tiga orang, tim doa makan membagi tugas sesuai dengan role yang ada di dunia industri seperti Hamka yang berperan sebagai Hacker, Habib berperan sebagai Hipster, dan Avril berperan sebagai Hustler, sehingga kolaborasi mereka menjadi lebih terarah dan profesional.
Berbicara mengenai perjalanan mereka, Hamka mengungkapkan bahwa ini kompetisi ini bukanlah perlombaan pertama yang mereka ikuti. “Kebetulan kami tim hackathon yang suka ikut ikut lomba di bidang web dev dan UI/UX” jelasnya pada 19/11/2025.
Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi tersebut menjadi modal yang menghantarkan mereka pada berbagai kemenangan. Hamka menjelaskan bahwa ini bukanlah kemenangan pertama tim mereka, “ Ini merupakan ketiga kalinya kami mendapatkan juara” ujarnya.
Berbekal pengalaman lomba tersebut, Hamka dan tim melakukan persiapan selama satu bulan. Pada masa persiapan ini, Hamka dan tim fokus pada peran masing-masing dan menjalin komunikasi terbuka untuk menciptakan website yang seimbang dari segi teknis dan fungsional.
“Website kami ini sangat memprioritaskan dan menyeimbangkan antara aspek teknis dalam artian website yang dibuat canggih dan kompleks, dengan aspek fungsional dalam artian tetap menyelesaikan permasalahan yang ada” terang Hamka.
Melalui website tersebut, tim doa makan ingin memberikan solusi terhadap isu nasional mengenai MBG (Makanan Bergizi Gratis) yang juga berkaitan dengan SDGs. Hamka menjelaskan bahwa website yang mereka buat merupakan bentuk inovasi untuk mendukung keberhasilan program MBG.
Meski sudah melakukan berbagai persiapan selama satu bulan, Hamka mengaku bahwa mereka sempat ragu dapat meraih juara, “Yakin banget sih enggak, wong lawan nya kampus top IPB, UB. tapi percaya diri iya” ungkapnya.
Namun, ternyata kerja keras mereka selama satu bulan tersebut berbuah manis, Hamka dan tim berhasil meraih juara kedua. “Senang banget sih rasanya, apalagi bisa bawa nama prodi sendiri dan bersaing sama kampus-kampus besar. Rasanya lega karena kerja keras satu bulan itu kebayar, dan lihat dosen ikut bangga itu jadi ada feel tersendiri” tutupnya.
Writer: Maria | Editor : Ella