Tim mahasiswa Telkom University Purwokerto membawa kabar membanggakan karena berhasil meraih Juara 2 dalam UXVIDIA, salah satu cabang lomba UI/UX Design di ARKAVIDIA 9.0 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB). Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Telkom University memiliki minat dalam mengembangkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berbeda dengan kebanyakan peserta lain yang mungkin terinspirasi dari sosok atau tokoh tertentu, tim ini justru memulai langkah mereka dengan motivasi sederhana. Tim yang terdiri dari 3 mahasiswa prodi Sistem Informasi, Nizar Ali R, Rifdah Inas N, dan Vincentius Rangga S, dimana mereka ingin berprestasi sekaligus menghadirkan jawaban atas permasalahan keuangan yang kerap dialami para pelaku UMKM.
“Kami sebenarnya tidak punya sosok khusus yang menginspirasi. Ide ini muncul karena kami ingin mencoba mencari solusi dari masalah yang dihadapi UMKM. Kebetulan ada lomba UXVIDIA, jadi kami memutuskan untuk mengikutinya agar bisa lebih serius mengembangkan ide ini,” jelas Nizar, salah satu anggota. Keputusan itu ternyata membawa mereka pada perjalanan panjang. Mulai dari penggalian masalah, proses perancangan, hingga presentasi akhir di hadapan dewan juri.
Dalam mengembangkan karya, tim ini berangkat dari kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni Decent Work and Economic Growth. Tujuan ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Mereka memulainya dengan tahap empathize dalam metode design thinking. Beberapa pelaku UMKM mereka wawancarai secara langsung, untuk menggali insight tentang tantangan yang sebenarnya terjadi di lapangan sehingga mereka juga dapat memahami permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Hasil wawancara ini kemudian menjadi bahan utama dalam menyusun solusi berbasis aplikasi keuangan.
Tim mulai mempersiapkan diri sejak awal setelah mendapat informasi lomba. Proses persiapan berlangsung sekitar dua bulan. Selama itu, mereka menyelesaikan lima tahap design thinking, menyusun proposal secara detail, hingga membuat video presentasi untuk memperjelas konsep yang diajukan.
Kompetisi UXVIDIA sendiri terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Sejak babak penyisihan yang dilakukan secara daring, ada lebih dari seratus tim yang mendaftar. Peserta berasal dari universitas ternama, mulai dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), hingga Binus University.
Menurut tim, persaingan paling berat terjadi ketika mereka berhasil masuk ke babak 10 besar. Pada tahap itu, tim-tim yang tersisa sudah jelas memiliki kualitas tinggi dan pengalaman luas dalam mengikuti berbagai kompetisi.
Babak final digelar secara luring di ITB pada 3 Mei 2025. Dalam tahap ini, setiap tim finalis wajib mempresentasikan ide sekaligus mendemonstrasikan prototype dalam waktu singkat, yakni hanya sepuluh menit. Bagi tim ini, momen tersebut menjadi tantangan terbesar.
“Suasananya menegangkan, karena kami harus menjelaskan ide dengan jelas sekaligus menarik perhatian juri dalam waktu terbatas. Tantangan utamanya bagaimana membuat presentasi singkat itu tetap bisa menggambarkan keseluruhan solusi yang kami rancang,” kata mereka. Selanjutnya Awarding kemudian dilaksanakan pada esok hari di mana tim ini diumumkan sebagai Juara 2.
Solusi yang mereka kembangkan berupa aplikasi keuangan berbasis AI untuk UMKM. Tidak hanya mengutamakan aspek pengalaman pengguna (user experience), mereka juga menaruh perhatian besar pada tampilan antarmuka (user interface). “Keunggulan kami ada di UX sekaligus UI. Kami berusaha menghadirkan desain modern, clean, dan menarik secara visual. Jadi, pengguna tidak hanya merasa nyaman ketika menggunakannya, tetapi juga mendapatkan kesan positif dari tampilannya,” jelas mereka. Serta Identitas brand aplikasi yang mereka gunakan yaitu warna hijau. Warna tersebut dipilih bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghadirkan simbol pertumbuhan bagi para pelaku usaha.
Rasa senang dan bangga tentu hadir setelah mereka diumumkan meraih Juara 2. Namun, menurut mereka, hal yang paling berkesan justru bukan sekadar penghargaan, melainkan kesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas yang sama-sama berjuang di bidang yang sama.
Kepada mahasiswa lain, tim ini berpesan agar tidak ragu mencoba mengikuti lomba. Menurut mereka, kompetisi bukan hanya soal prestasi, tetapi juga kesempatan menambah pengalaman, relasi, dan wawasan baru.
Keberhasilan tim ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berprestasi, kepedulian terhadap masalah nyata, serta konsistensi dalam proses dapat melahirkan karya yang bermanfaat. Dengan menghadirkan solusi keuangan untuk UMKM, mereka tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa mampu memberi kontribusi bagi masyarakat luas.
Writer : vania